Tautan Emosi dan Pikiranku

Belajar dari Film Bicentennial Man

Saya sangat takjub melihat film yang ditayangkan Trans7 hari jum’at kemarin malam. Sebuah film yang sarat dengan pesan moral. Tentang arti kebebasan, humanis dan kesedihan.

Film dimulai dengan ungkapan “Masa Depan Yang Tidak Terlalu Jauh“. Film ini mengisahkan tentang seorang, maksudnya sebuah robot bernama Andrew. Robot yang didesain seperti manusia sebagai pembantu rumah tangga yang bisa melakukan segala hal termasuk menjaga keluarga.

Ada yang aneh dari kepribadian si Andrew. Dia salah satu robot dari ribuan robot lainnya yang punya kelebihan. Dia punya banyak pertanyaan, punya rasa ingin tahu, punya kecerdasan sehingga mampu membuat sesuatu berupa karya seni dan perabotan rumah tangga. Pada awalnya memang sederhana. dia hanya membuat sesuatu sesuai yang dia pelajari dalam buku. Hingga akhirnya pemilik robot bertambah senang karena memiliki Andrew.

Andrew adalah individu robot yang tidak pernah puas. Disaat senggang dia selalu menyibukkan diri membuat karya seni yang pada akhirnya banyak orang yang suka dengan karyanya dan membuat andrew menjadi kaya, bahkan lebih kaya dari salah satu orang yang ikut membuat robot seperti dirinya.

Inti dari film ini adalah tentang kebebasan, rasa sedih, dan keinginan yang tidak pernah berhenti “seorang” robot.

Setelah bertahun-tahun, Andrew yang telah belajar banyak hal punya satu keinginan yang sama dengan manusia yaitu “kebebasan”. Andrew memberikan alasan yang sangat sederhana namun mendasar. Dia mengutarakan bahwa telah membaca sejarah peradaban manusia sehingga tertarik dengan kata kebebasan. Nampaknya kebebasan-lah yang selama ini diperjuangkan oleh manusia sehingga harus terjadi perang. Andrew berpikir, sebegitu penting kah kebebasan sehingga harus menghilangkan banyak nyawa manusia. Itulah yang membuat Andrew punya keinginan, kebebasan seperti manusia, yang bisa menentukan hidupnya sendiri tanpa disuruh-suruh, misalnya.

Andrew pun akhirnya mendapatkan kebebasan itu. Tapi apakah cerita berhenti sampai disini ? Tidak. Andrew sudah kadung mempunyai sifat manusia. Seiring berjalannya waktu Andrew melihat sendiri anak dari majikannya dahulu yang sekarang menjadi nenek-nenek meninggal dunia. Dia sedih tapi tidak bisa mengekspresikan kesedihannya karena tidak bisa mengeluarkan air mata. “Kejam sekali” pikirnya. Disaat orang lain bisa merasakan sakit dan mengeluarkan air mata sedangkan dia tidak. Perasaannya kembali tergoda. Dia ingin merasakan sakit seperti manusia. Setelah melalui proses percobaan dari salah seorang pembuat organ palsu, Andrew pun mendapatkan keinginannya. Dia mempunyai hal baru dalam tubuhnya, yaitu apa yang disebut sebagai Saluran syaraf pusat. Dengan saluran tersebut dia bisa merasakan sakit, dingin, panas, dan lain sebagainya, sama seperti manusia. Satu-satunya yang tidak sama adalah sistem otaknya yang tidak bisa membuat robot mati, karenanya membuat robot menjadi abadi sebab tidak bisa menjadi tua.


Karena mempunyai indra perasa, Andrew mencintai gadis yang tidak lain cucu momongannya waktu kecil. Dia memutuskan untuk menikah, tetapi dalam peraturan negara, tidak boleh ada manusia yang menikah dengan robot. Dari sinilah timbul keinginan Andrew yang lain, yaitu ingin diakui secara hukum sebagai manusia. Tentu saja keinginan ini akan menjadi kontroversi. Karena manusia mungkin bisa menerima keberadaan manusia setengah robot, seperti manusia yang mengganti organnya dengan organ yang sama dengan robot. Tetapi manusia tidak bisa menerima keberadaan manusia yang abadi seperti Andrew.
Perjuangan terus berjalan. Andrew merekayasa bersama sahabatnya (manusia pembuat organ) agar bisa membuat Andrew menjadi tua seperti manusia, dan berhasil. Di usianya yang ke dua ratus tahun, Andrew sekali lagi memohon kepada hakim yang berwenang memberi keputusan.

Setelah perjuangan selama puluhan tahun, Hakim pun akhirnya mengabulkan keinginan Andrew untuk diakui sebagai manusia dan resmi menikah dengan wanita yang dicintai. Sayang, saat hakim akan memutuskan, Andrew keburu meninggal dunia dua detik sebelum keputusan tersebut. Andrew meninggal dengan senyum karena mungkin dia telah yakin bahwa keinginannya akan terkabul.

Pesan yang bisa ditangkap dalam film ini adalah tentang kebebasan, kengerian, rasa kesepian dan kesedihan yang mendalam seorang manusia yang ingin menemukan jati diri yang digambarkan melalui sebuah robot.

Manusia pada akhirnya harus mengalami yang namanya kehilangan, kesedihan serta rasa senang. Kehilangan orang-orang yang dicintainya beberapa kali dalam hidupnya. Itulah mengapa Tuhan memberi batas usia bagi manusia, karena manusia pasti tidak akan sanggup merasakan kehilangan terus menerus. Pada akhirnya manusia akan lelah dengan hidupnya, menjadi tua dan mati. Bahkan “seorang” robot sekalipun tidak sanggup hidup terlalu lama.

Film ini juga menggambarkan betapa mulianya manusia. Betapa penderitaan, rasa senang, rasa sedih yang menjadi warna dalam hidup adalah hal yang lumrah dalam kehidupan manusia. Semua adalah anugerah yang tidak bisa digantikan dengan apapun, bahkan robot sekalipun akan berkorban demi memperoleh anugerah tersebut. Manusia dijadikan sebagai makhluq yang paling sempurna diantara makhluq yang lain. Manusia sangat rumit, unik dan kompleks dalam penciptaannya. Disitulah letak kemuliaan dari makhluq yang bernama manusia. Diantara kerumitan, keunikan dan kompleksitas penciptaan manusia, ada satu keinginan mendasar yang menjadi tabiat manusia, yaitu sebuah pengakuan atas kemanusiaannya, kebebasan sebagai individu yang merdeka dan mempunyai hak yang sama dengan manusia lainnya. Itulah esensi dari keberadaan manusia, yaitu Pengakuan atas kemanusiannya dan Kebebasan menentukan hidupnya tanpa tekanan.

sumber gambar : http://thecia.com.au/

Advertisements

2 responses

  1. artikelnya yang sangat bagus. 😀 saya juga pernah menonton film ini, dan saya sungguh terbawa dalam ceritanya. Film ini sangat menyentuh, sampai saya pun seperti ikut merasakan apa yang ada didalam film ini. :’) Yang jelas, ini adalah salah satu film paling bagus yang pernah saya tonton sebelumnya. :’D

    July 9, 2012 at 3:23 am

  2. Ardy

    Film.x sngat sangat bgus…
    Di film ini bnyak pembelajaran bagi kta smua.. 🙂
    Pkoknya sya acungkan jempol buat pembuat film ini (y)

    December 15, 2013 at 11:10 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s