Tautan Emosi dan Pikiranku

Puisi Cinta

 

Nasib bukan takdir

Aku tidak akan berusaha mengubahnya

Tidak juga berusaha menghindarinya

Menghindari tidak mungkin

Tawa renyahnya selalu membuat hariku tentram

Aku takut dengan sorot matanya

Tatapan matanya tidak pernah mau menunduk

Seperti ingin menyelidiki

Sendu dan seperti ingin menangis

Semakin dalam kutatap semakin dalam juga tatapannya

Advertisements

2 responses

  1. Lalu? Setelah saling menatap lalu ngapain? 😉

    February 1, 2010 at 5:22 am

  2. Lalu ? dengan suara lirih dia berkata, “bang…!” 🙂

    February 1, 2010 at 10:18 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s