Tautan Emosi dan Pikiranku

Zina Kecil Bernama “Pacaran”

sumber: 1.bp.blogspot.com

“Klek”, begitu bunyinya. Suara itu masih terdengar merdu karena bunyinya hanya membunuh satu huruf kecil bernama “e”, sebuah huruf yang tidak akan bisa dibunyikan dengan vokal yang pendek jika tidak disertai dengan huruf mati. Beda lagi jika bunyinya “pyarrrrr…” atau “krompyannng….” karena untuk membunuh satu huruf harus disertai beberapa huruf mati sehingga efek dramatisnya sangat terasa mendebarkan, dan suara-suara itu benar-benar pernah kita dengarkan di alam nyata dalam kehidupan kita.

Sebenarnya suara-suara diatas adalah sebuah metafor dari segumpal daging dalam tubuh manusia yang mengalami sebuah dramatisasi dari ulah yang dibuatnya sendiri. Begitu hebatnya efek yang bisa ditimbulkan dari kedua metafora diatas sehingga kadang membuat manusia tidak dapat berpikir jernih dan pada akhirnya harus menistakan dirinya di hadapan Tuhan dengan memilih gantung diri atau terjun dari mall berlantai tujuh. Sungguh malang nian nasib jiwa-jiwa yang berputus asa itu.

Orang-orang yang bernasib malang itu mengatakan : “Hati yang patah mungkin bisa dioperasi dan disambung oleh dokter ahli. Tetapi bagaimana dengan hati yang telah hancur?” (meminjam istilah teman saya bernama Galih). Hati yang telah hancur membuat hidup terasa tidak berarti lagi. Hidup rasanya seperti sayur tanpa garam, hambar, tak ada rasa tak ada sensasi.

Bagi yang kuat dan punya pegangan, hati yang hancur hanyalah sebuah fase dalam sebuah kehidupan yang seyogyanya pasti akan dirasakan oleh makhluk yang bernama manusia. Ketika hati telah hancur, yang dibutuhkan hanyalah seorang teman yang mau mendengarkan dan menemani sepanjang waktu. Atau di era informasi seperti sekarang, blog bisa menjadi teman sepanjang waktu yang akan menemani para pemilik hati yang hancur itu.

Tiba-tiba aku merasa beruntung karena aku dilahirkan ke dunia oleh Tuhan tidak di sertai dengan pesona laki-laki yang sanggup mematahkan hati wanita. Dan beruntung aku tidak pernah terjebak kedalam zina kecil bernama pacaran. Lagian siapa yang berani mengambil resiko berpacaran dengan seorang laki-laki yang sangat tidak romantis ini. Memang, beberapa kali aku mendengar bunyi “klek” dalam hatiku, sakit. Tapi itu tidak membuat aku harus ke dokter untuk operasi karena patah itu hanya terjadi di pojok hatiku. Hatiku belum pernah hancur karena aku tidak pernah punya kesempatan melakukan zina kecil bernama “pacaran”. Hmm.. ini sebuah kelemahan atau sebuah kesombongan ?

Didedikasikan untuk engkau yang saat ini sedang hancur hatinya karena putus cinta. Percayalah, Sehancur apapun hatimu,Tuhan tidak pernah meninggalkanmu.

Advertisements

7 responses

  1. Dan bagaimana jika nanti suatu ketika Tuhan berkehendak untuk mendatangkan seorang wanita yang luar biasa, yang juga menyukaimu? Namun keadaan memaksa kalian untuk melakukan zina kecil bernama pacaran itu? Apakah harus menolak cinta?

    April 7, 2010 at 5:28 am

    • Ampun.. mas galih, jangan memberikan pertanyaan yang begitu sulit untuk kujawab…

      thank u telah menjadi inspirasi untuk menulis celotehan ini, dan maaf karena harus copas sebagian tulisan mas galih… 🙂

      April 7, 2010 at 6:27 am

      • Hehehe… no problem, with my pleasure. Masalahnya adalah kadang-kadang persoalan yang dihadapi itu kompleks dan dilematis, makanya sampai sekarang aku nggak berani bilang aku menolak pacaran, juga nggak berani bilang mendukung. takut kena karma 😀

        April 13, 2010 at 7:26 am

  2. Pipit

    Saya adalah salah satu orang yg pernah mlakukn zina kcil, dan skrang sya trjbak lg. wlpn prnah bbrpa x pcran tp sya ttp mmgang tguh prinsip yg sya pnya dlm mnjlani.a dgn tdak brciuman n mlakukan hal2 yg mnrut sya tdk wjar dlkukan, yg sya ingn tnyakan adlah, bgaimana cra.a mnjd pribdi yg bsa mnghndar dr hal2 trsebut?sya ingn mnjd prbdi yg lbih baik, smga Allah mmberi hidayah, amien..

    January 3, 2011 at 3:43 pm

    • menurut saya pacaran biasanya pegang2an tangan, saling menyentuh, dan yg lebih parah ciuman dan lain-lain.apalagi jika saya melihat di kota2 besar.

      kalau mbak pipit bisa menjaga hal2 diatas saya sangat salut. pacaran hanyalah istilah. saya lebih sepakat apa yg dilakukan mbak pipit bukan pacaran tetapi sebatas mencari teman hidup, karena pada hakikatnya manusia tidak bisa hidup tanpa teman, hanya saja dalam hal ini ‘teman yg sudah saling menukar isi hati masing2’.

      tidak perlu menghindar mbak, cukup menjaga saja dari hal2 yg dilarang. kalo saya sendiri selalu berusaha mengerjakan shalat lima waktu dimanapun saya berada, karena sdh dijanjikan Allah “shalat bisa mencegah perbuatan keji dan munkar”.

      January 4, 2011 at 2:22 am

  3. fanny

    saat ini saya sudah berpacaran, setiap pacaran kami berusaha menghindari zina kecil tersebut namun hal tersebut terjadi, lalu bertaubat. kemudian terjadi lagi karena situasi dan kondisi, lalu bertaubat lagi hingga 4x. namun kemarin secara tegas saya bilang di hadapannya untuk jangan melakukan hal itu lagi mudah2an tidak terjadi lagi. apakah dosa saya diampuni???

    May 7, 2011 at 12:38 am

  4. insya allah semua dosa akan diampuni jika bertaubat dengan sungguh2 dan berjanji tidak mengulangi lagi. tetap berprasangkan positif kepada Tuhan itu baik,
    salam,

    May 8, 2011 at 8:37 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s