Tautan Emosi dan Pikiranku

Akad, Penentu Halal Tidaknya Sebuah Transaksi

Teringat perkataan seorang dosen dan pegawai di salah satu perusahaan konsultan bank di Jakarta. Saat itu saya ikut bekerja sebagai tukang entry data lamaran para calon karyawan di sebuah bank di Kalimantan Timur.

Seorang wanita-kebetulan punya hubungan saudara dengan salah satu pegawai konsultan bank itu-bertanya kepada dosen yang menjadi atasan saya tadi. “apa yang membedakan transaksi syariah dengan transaksi biasa (maksudnya seperti transaksi di bank-bank konvensional) toh keduanya sama-sama mengeluarkan uang yang sama ?”.

Wanita itu kemudian memberikan contoh; seorang yang ingin memiliki mobil yang diambil dari sebuah bank konvensional dengan harga Rp. 150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah) dengan cara kredit/cicilan. Karena di bank konvensional, maka pasti menggunakan sistem bunga, sehingga orang itu harus membayar cicilan dengan bunga 7%  dengan total yang harus dibayar 2.500.000 per bulan selama 90 bulan. Maka dalam waktu 90 bulan orang itu harus mengeluarkan uang sebesar Rp. 225.000.000,- (sudah termasuk bunga), berdasarkan hitungan kasar (tanpa kalkulator). Kemudian orang kedua juga ingin memiliki mobil dengan harga yang sama tetapi mengambil dari bank syari’ah dengan harga Rp. 150.000.000,- total yang harus dikeluarkan per bulan juga sama 2.500.000, Sehingga dia juga harus mengeluarkan uang sama dengan orang pertama yaitu 225.000.000. Wanita itu kemudian melanjutkan dengan sebuah pertanyaan, apa bedanya, toh keduanya mengeluarkan uang yang sama besarnya. Maka dengan enteng dosen tadi menjawab “karena akad”.

Seperti di ketahui, dalam sistem bank konvensional yang dikenal adalah sistem bunga. Sedangkan di bank syariah sistem bunga tidak dikenal melainkan menggunakan sistem bagi hasil (mudharabah). Kasus yang dicontohkan wanita diatas adalah dua kasus berbeda. Orang pertama mendapatkan mobil dengan cara membeli dengan perantaraan bank sebagai tempat pinjaman, maka dia dikenakan bunga. Sedangkan pada kasus kedua, mekanisme untuk mendapatkan mobil adalah dengan perjanjian jual beli. Dalam hal ini bank sebagai instansi yang memiliki uang membelikan orang yang bersangkutan sebuah mobil, kemudian orang itu membelinya dari bank dengan sistem cicilan. Maka bisa dikatakan, orang kedua mendapatkan mobil dengan cara membeli kepada bank. Karena bank telah mengeluarkan uang terlebih dahulu untuk membelikan mobil, maka bank mengambil untung dari hasil jualan mobil kepada orang yang bersangkutan. Jadi akad (perjanjiannya) adalah ambil untung, bukan bunga.

Lalu, wanita diatas masih penasaran dan menyanyakan, apa bedanya, sedangkan kedua sistem diatas sama-sama mengeluarkan uang yang sama?. Dosen itu lalu memberikan contoh dengan sangat sederhana. “Ada seorang pasangan laki-laki dan perempuan pada tanggal 15 melakukan hubungan intim, kemudian tanggal 16 dia menikah dengan mengucapkan akad (ijab kabul) di depan penghulu. Tanggal 17 kedua pasangan itu melakukan hubungan intim lagi. Dan taukah anda jika kedua pasangan itu ditanya tentang hubungan intim itu, pasti dia akan mengatakan keduanya sama-sama enak. Bedanya hubungan pertama dilakukan sebelum ijab sehingga hukumnya zina dan haram, sedangkan hubungan kedua dilakukan setelah ijab maka hukumnya adalah ibadah dan halal”. Maka wanita itupun manggut-manggut dan tentunya saya juga, pertanda sudah mengerti tentang pentingnya sebuah perjanjian atau umum disebut sebagai “akad”.

Walaupun kedua orang diatas telah memiliki mobil dengan mengeluarkan biaya yang sama, akan tetapi transaksi yang dilakukan keduanya jelas berbeda, akad orang pertama adalah dengan meminjam sedang akad orang kedua adalah membeli. Begitu pentingnya kata akad yang mendasari halal tidaknya sebuah transaksi sehingga seorang laki-laki diperbolehkan menikah dengan seorang perempuan hanya dengan maskawin sebuah cincin dari besi kawat asal harus ada akad (ijab kabul).

Advertisements

2 responses

  1. Превосходно!!!

    April 30, 2010 at 8:48 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s