Tautan Emosi dan Pikiranku

Ngeblog Lagi

Akhirnya setelah beberapa hari tidak menulis, rasanya kangen juga. Ada oleh-oleh dari ketidak hadiran saya di blog pribadi ini. Ternyata setelah saya merenung sejenak, ada beberapa hal yang harus saya ambil demi kebaikan hidup dan kehidupan saya.

Pertama, Ikhlas. Dengan rasa ikhlas, apapun yang datang kepada diri saya akan saya terima dengan dada lebar. Tidak takut dan berserah diri kepada yang maha kuasa.

Kedua, Lupakan masa lalu. Melupakan masa lalu memang tidak mungkin karena itu adalah salah satu yang membentuk siapa diri kita yang sebenarnya. Tapi saya harus bisa dalam arti sebisa mungkin menghilangkan hal-hal yang bisa mengingatkan saya tentang masa lalu yang kelam. Saya mulai dengan mengganti password semua akun internet saya, yang salah satunya mengandung nama “si dia” selama kurang lebih delapan tahun.

Ketiga, Tidak ikut arus. Sejak saya di Jakarta, saya seperti kembali muda, bergurau dengan anak-anak muda dan mau tidak mau juga ikut bersama mereka dalam gurauan, canda, tawa dan bahkan sedikit mengikuti gaya cara mereka bergaul. Tapi lama-lama saya capek. Ternyata saya memang tidak bakat menjadi orang kota yang selalu ceria, tertawa, hangat dan respek terhadap lawan bicara. Saya hanyalah orang kampung yang sesekali butuh waktu sendiri, merenung, tidak bercanda berlebihan, seperti di kampung dulu. Sesekali pergi ke sawah melihat hamparan padi yang mulai menguning.

Keempat, Sadar diri. Sejak tinggal di kota, saya seperti melihat hal baru yang hanya pernah saya lihat di sinetron. Memberikan cokelat saat valentine, merayakan ulang tahun ke tujuh belas, mengembalikan romantisme pasangan dengan ribuan lilin. Semuanya tidak pernah saya lihat di kampung. Mungkin benar ada ungkapan “kalau ingin menggaet gadis kota, maka jadilah orang yang romantis, maka kau pasti akan mendapatkannya” sayangnya saya bukanlah orang seperti itu, jadi saya berjanji tidak akan memberikan kado cokelat kepada gadis kota yang saya suka. Tapi walau begitu, seumur-umur baru pertama kalinya saya harus memberikan kado ulang tahun dengan sebungkus cokelat cadbury. Tetapi saya sadar itu bukan sikap romantis saya yang sesungguhnya.
Kelima, Menatap masa depan. Hal-hal yang membuat saya malas berfikir adalah kemudah-kemudahan dan kesenangan-kesenangan yang saya dapat di kota. Banyak hal-hal yang membuat saya tertawa, bahagia. Tapi itu hanya sesaat. Ketika tiba saat menjelang tidur, semuanya sirna dan mulailah berfikir, apa yang saya dapat dimasa depan jika saya terus melakukan “hal-hal seperti ini”.

So, saya akan ngeblog lagi. Dengan keterbatasan pengetahuan dan kesempatan waktu, saya akan berusaha menyampaikan apa yang saya alami. Pengetahuan hanya akan menjadi penghuni pikiran jika tidak dibarengi dengan semangat berbagi.

Selamat ngeblog !

Advertisements

2 responses

  1. Fiz

    Kalau boleh menambahkan, satu lagi…. MENIKMATI HIDUP. Lak ngoten a Kang?? 🙂

    June 4, 2010 at 9:51 am

    • nah itu maksudnya kang, menikmati hidup dengan proporsional, hehe…

      June 4, 2010 at 12:23 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s