Tautan Emosi dan Pikiranku

Archive for July, 2010

Kebahagiaan Semu

Banyak orang yang menganggap arti dari kebahagiaan semu adalah kebahagiaan sesaat. Kalau kita menyadari apa yang ada di dunia ini, pasti kita juga akan mengerti bahwa kebahagiaan itu memang hanya sesaat. Orang yang melakukan kesenangan dengan cara melakukan apa yang dia sukai akan menimbulkan kebahagiaan. Itu juga bisa dianggap kebahagiaan semu. Karena waktu untuk menikmatinya pastilah tidak akan abadi.

“Kebahagiaan adalah sesuatu yang bisa dimunculkan dari diri sendiri.” Betul, tetapi kenapa masih ada orang yang berusaha memunculkan kebahagiaan dari dirinya tetap tidak merasakan kebahagiaan itu ?

Jawabannya karena kebahagiaan memang sesuatu yang misteri. Ada orang yang kemana-mana naik sepeda dengan dihiasi semilirnya angin. Kemanapun dia pergi; ke tempat kerja, rekreasi dan jalan-jalan selalu naik sepeda. Dia mengatakan “akulah orang yang bahagia”. Berbarengan dengan itu ada seorang yang mengintip dari balik jendela kaca mobil BMWnya dan mengatakan “dasar orang sinting”.

Begitulah kebahagiaan yang dilihat dari persepsi orang masing-masing. Apakah sesorang yang sedang naik mobil BMW tadi termasuk orang yang bahagia ? belum tentu. Bisa jadi dia sedang pusing memikirkan bagaimana mencari uang untuk tagihan kredit bulan depan. Atau bisa jadi orang itu adalah benar-benar orang yang bahagia karena berhasil mewujudkan keinginannya (memiliki mobil BMW) yang dipendam sejak dua puluh tahun yang lalu.

Saya ingat ketika dulu masih mempunyai televisi satu channel dan acara-acara yang saya sukai saat SD mungkin tidak ditemukan lagi di channel-channel tv manapun saat ini. Tapi kenapa waktu itu saya tetap merasa bahagia dan senang-senang saja. Apakah ketika melihat anak-anak jaman sekarang yang menikmati play station, game online bahkan bisa berinternet ria lalu saya menjadi iri ? Tidak. Padahal hiburan jaman sekarang lebih banyak dan bertambah maju. Saya tetap menyukai kebahagiaan yang sudah saya rasakan saat masih kecil.

Sebenarnya dimana letak semunya karena sekarang saya masih tetap bahagia pernah dilahirkan di generasi dimana televisi masih satu channel. Saya masih bisa bercerita panjang lebar bersama teman-teman masa kecil saya sambil tertawa-tawa menceritakan pengalaman kami bersama teman-teman.

Mungkin juga anak-anak sekarang akan merasakan hal yang sama saat mereka sudah dewasa nanti. Mereka akan tertawa terbahak-bahak menceritakan saat mereka bisa menyamar menjadi orang lain di akun facebook miliknya. Atau mendapatkan pacar hayalan di internet hasil dari berchating ria. Itulah kebahagiaan. Apakah itu kebahagiaan semu ? mungkin iya, mungkin tidak.

Ada orang yang bisa menciptakan kebahagiaan, ada juga orang yang merasa hidupnya tidak pernah bahagia. Ada orang yang merasa biasa-biasa saja. Tapi satu yang pasti dimana kebahagiaan itu bisa disebut kebahagiaan hakiki, yaitu ketika seseorang sudah bisa mensyukuri hidupnya, bersyukur atas apa yang telah diperolehnya walaupun itu kecil. Itulah kebahagiaan yang sesungguhnya.


Kisah di Balik Surat Cinta dan SMS

Saya mempunyai seorang teman yang saya anggap berhasil dalam membina hubungan cinta keduanya. Bisa dikatakan begitu karena sejak memulai pacaran selama bertahun-tahun akhirnya mereka manikah juga dan sekarang dikaruniai seorang anak. Teman saya ini seorang laki-laki yang saya anggap sebagai pria “romantis”.

Ada hal menarik yang pernah diutarakan teman saya. Saat itu dia sedang menunjukkan “surat-surat cinta” dari kekasihnya sejak mulai pacaran. Ada beberapa puluh lembar surat yang dikoleksinya. Surat itu kemudian dijilid dengan rapi seperti buku. “mal, paling tidak saya mempunyai kenangan jika seandainya nanti pacar saya tidak menjadi istriku.” Saya hanya tersenyum mendengarkan ungkapan teman saya tersebut, dan dipersilahkan melihat-lihat isi surat itu. Waktu itu memang belum ada teknologi handphone seperti sekarang, dan kedua teman saya ini kebetulan melakukan gaya pacaran jarak jauh alias PJJ.

Beberapa tahun kemudian, teknologi handphone mewabah. SMS sudah lumrah menjadi makanan sehari-hari untuk berkomunikasi jarak jauh. Teman saya ini yang sudah beberapa tahun menikah sering curhat kepada saya melalui SMS. Dia mulai merasa tidak nyaman bersama istrinya karena hal-hal tertentu yang membuat teman saya merasa tidak berwibawa lagi di depan istrinya. Pertengkaran hebat sering terjadi, bahkan teman saya pernah berucap jika saja dia belum mempunyai anak, mungkin istrinya sudah ditinggal pergi. “Masya Allah” spontan saya mengucapkan kata itu. “sebegitu parah kah hubunganmu dengan istrimu?”

Saya berusaha menasehati, walaupun teman saya sebenarnya lebih tahu tentang masalah rumah tangga daripada saya. Seperti yang pernah diajarkan guru saya bahwa dalam pernikahan, ketika menginjak usia lima tahun sampai sepuluh tahun, kebanyakan akan mengalami goncangan. Itu adalah hal biasa dalam kehidupan berumah tangga. Itu adalah karena faktor kejenuhan dari kedua belah pihak, Dalam masa-masa itu suami istri hendaknya menjalani hubungan atas dasar kesabaran, ketabahan dan penghormatan kadua belah pihak.

Suatu saat tiba-tiba istrinya menelpon saya dan menanyakan apa saja yang diceritakan oleh suaminya kepada saya. Saya hanya bilang tidak cerita apa-apa, hanya cerita kalau dia habis sembuh dari sakitnya. Saya curiga jangan-jangan istrinya pernah membaca isi sms antara saya dan sahabat saya itu, karena sejak saat itu teman saya tidak pernah lagi SMS.

Kira-kira sekitar tiga tahun kemudian teman saya tiba-tiba SMS menanyakan kabar saya. Ternyata teman saya sudah lama menghubungi saya tetapi tidak bisa. Sejak tiga tahun lalu, saya memang sudah mengganti nomor HP saya dua kali, dikarenakan berpindah-pindah tempat kerja.

Teman saya bercerita dan berterima kasih kepada saya bahwa keluarganya sekarang sudah rukun kembali, bahkan dia minta dibuatkan akun facebook. Dan beberapa hari kemudian dia memamerkan foto keluarganya di facebook. Sebuah potret keluarga bahagia, begitu kesan yang saya tangkap.

Terima kasih kawan, engkau telah menunjukkan kepada saya tentang arti sebuah kesabaran dan perjuangan. Biduk rumah tangga tidak akan hancur selama nahkoda tidak diambil alih oleh yang tidak berhak. Selamat berjuang !

sumber gambar http://abidah-puzzleblogspot.blogspot.com/2010_05_01_archive.html


Mengatasi Pengangguran Ala Hitler

Hitler memang dikenal karena kesadisannya dalam upaya pelenyapan ras yahudi. Dalam sejarah pasca perang dunia I, Jerman mengalami kebangkrutan total akibat perang. Dalam masa-masa itu jerman akan menuju puncak hiperinflasi yang akan membuat negaranya bertambah hancur. Akan tetapi karena keberanian hitler, Jerman bangkit kembali dari resesi dan melambungkan nama hitler di puncak karirnya sebagai pemimpin.

Saat itu pengangguran meningkat dan kebutuhan pokok mulai melambung tinggi. Jerman harus menghidupi rakyatnya dengan uang, akan tetapi tanpa hutang ke negara lain tidaklah mungkin uang itu bisa didapat. Karena tabungan negara sudah tidak ada lagi, ladang dan sawah serta poperti-properti sudah dimiliki para bankir. Maka disaat-saat genting itulah hitler memberanikan untuk mencetak uang sendiri. Dia meniru apa yang pernah dilakukan Abraham Lincoln yang pernah menerbitkan “greenback.” Hitler tidak mau menjadi budak dari bankir dan negara lain karena hutang.

Program yang dirancang hitler adalah mencetak uang tanpa backing emas dan hutang. Hitler berpendapat bahwa nilai dari uang yang akan dicetak akan senilai dengan barang dan pekerjaan yang akan dilaksanakan. Nilai dari proyek itu diperkirakan akan bernilai kurang lebih 1 miliar mata uang baru. Uang itu diberi nama Labor Treasury Certificate.

Proyek-proyek utamanya adalah pembuatan jembatan, kanal-kanal, perumahan umum, tempat-tempat pelayanan publik, konstruksi-konstrusi bangunan baru dan pelabuhan. Jutaan orang dikerahkan sehingga pengangguran mulai teratasi. Orang-orang yang bekerja dibiayai oleh negara dari uang yang dicetaknya sendiri tanpa backing emas dan hutang melainkan oleh sesuatu yang memiliki nilai, yaitu tenaga kerja dan material yang diberikan kepada pemerintah. Hitler berkata,“Untuk setiap Mark yang kami cetak kami mewajibkan pekerjaan ataupun barang produksi dengan nilai yang setara.”.

Orang-orang yang menerima bayaran akan menggunakan sertifikat itu untuk membeli konsumsi dan kebutuhan, sehingga ekonomi dapat berjalan.

Hanya dalam waktu 2 tahun jerman dapat mengatasi pengangguran dan dapat berdiri dengan kaki sendiri tanpa emas dan tanpa hutang.

Namun langkah yang diambil hitler bukan tanpa resiko. Teori inggris menganggap bahwa tidak akan mungkin menerbitkan uang tanpa backing emas. Dan itulah yang membuat para bankir harus menyingkirkan hitler agar eropa kembali kepada kekuasaan bankir.

Bagaimana dengan Indonesia saat ini ?

Semakin menjamurnya pengangguran di Indonesia adalah sebuah fenomena yang tak gampang diatasi. Walaupun hitler dikenal dengan segala hal negatif tentang dirinya tetapi tetap ada sisi baik dalam diri manusia. Langkah yang pernah diambil hitler bisa dijadikan pelajaran bagi pemerinta bahwa demi rakyatnya, pemerintah harus mempunyai keberanian dan ketegasan untuk mengambil tindakan nyata. Jaman sekarang tidak mungkin sebuah negara bisa berdiri tanpa hutang, karena hutang sudah menjadi hal lumrah dalam sebuah sistem ekonomi global.

Tingkat pengangguran tahun 2008 saja (menurut Badan Pusat Statistik) per Agustus 2008 mencapai 9,39 juta jiwa atau 8,39 persen dari total angkatan kerja. Itu adalah yang tercatat melalui survei yang dilakukan di departemen tenaga kerja. Jika dilihat kenyataan bahwa tidak semua para pencari kerja juga melalui departemen tenaga kerja, tentu angkanya menjadi lebih besar.

Yang perlu dilakukan pemerintah adalah menyediakan lapangan kerja sebesar-besarnya dengan upah yang diambil dari negara. Caranya dengan meminimalkan pajak bagi perusahaan-perusahaan kecil dan menengah sedangkan untuk perusahaan-perusahan yang terbukti kuat dan besar pemerintah harus berani menarik pajak lebih besar.

Masalah pengangguran adalah masalah yang sangat krusial dan menjadi ukuran seberapa makmurnya sebuah negara. Sedangkan hutang negara kepada negara lain adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari bagi negara yang masih berstatus sebagai negara dengan tingkat kemiskinan tinggi seperti Indonesia.

Hutang dan pengangguran adalah dua kata yang harus ditekan sekecil mungkin agar sebuah negara berdiri tidak hanya menjadi budak bagi negara lain. Mungkin anak cucu kita nanti tidak akan bisa hidup tenang sebelum mereka keluar dari budak negara lain.“Orang kaya berkuasa atas orang miskin; orang yang berhutang adalah budak dari yang menghutangi.” amsal 22:7


Terkungkung dalam Sistem Bunga dan Uang

Apa sebenarnya yang terjadi jika seandainya masyarakat tahu bahwa selama ini mereka dibodohi oleh pembuat benda “berharga” yang disebut uang. Saya bukan seorang ekonom atau ahli di bidang moneter melainkan hanya rakyat biasa yang ingin mencari sesuatu yang saya anggap patut untuk diketahui.

Apa yang ingin saya sampaikan disini adalah tentang bagaimana akhirnya manusia harus tergantung dengan hal-hal yang bersifat materi. Dan jika ditelusuri maka sumbernya adalah “uang” dan “bunga”.

Uang memang sengaja diciptakan untuk mempermudah alat pembayaran yang sebelumnya menggunakan sistem barter. Tetapi anehnya uang diciptakan oleh pedagang uang tidak disertai dengan bunga. Bunga tidak pernah dicetak sedangkan uang diterbitkan sebagai pengganti dari harta berharga yang sesungguhnya yaitu emas. Tetapi itu dulu, sekarang emas bukan satu-satu “penjamin” atas beredarnya uang di masyarakat walaupun bunga yang beredar di masyarakat sebenarnya tidak pernah eksis karena bunga memang tidak pernah dicetak.

Asal usul uang

Mungkin cerita fiksi dibawah ini bisa memberi gambaran bagaimana lahirnya uang.

Adalah seorang bernama Fabian, dia seorang tukang emas. Pekerjaannya mencetak emas, mengukir emas dan membuat perhiasan dari emas. Lama-kelamaan Fabian ingin mendapatkan lebih dari apa yang dia dapat maka dia mencoba membuat sistem baru dengan alasan untuk membantu agar perdagangan di masyarakat menjadi lebih efisien. Caranya adalah dengan membuat koin emas sebagai alat pengganti barter.

Sebelumnya masyarakat sudah melakukan sistem barter dari generasi ke generasi. Dan masyarakat sudah sangat bahagia dengan apa yang dimiliki. Menukar barang kebutuhannya dengan barang yang dimiliki orang lain sesuai dengan kesepakatan dan hampir tidak ada masalah diantara mereka. Namun hal itu segera sirna setelah kedatangan Fabian dengan ide-idenya yang dianggap masyarakat sebagai ide cemerlang.

Fabian mulai mengemukakan pendapatnya tentang sistem baru itu. Semua orang dikumpulkan untuk mendapat ceramah dari Fabian. Masyarakat sangat tertarik dengan ide baru Fabian tentang konsep “uang” dan ingin lebih jauh mengetahui bagaimana sistem itu berjalan. (more…)


Yang Saya Kangeni Dari Jombang

Kata orang, “lebih enak hujan batu di negeri sendiri daripada hujan emas di negeri orang”. Bagi yang belum pernah merantau, percayalah pada saya ungkapan diatas adalah benar. Saya sudah membuktikannya. Beberapa tahun hidup di negeri orang, saya merasa rindu dengan kampung halaman. Jombang, kota dimana saya dilahirkan.

Menurut saya, Jombang adalah kota yang sangat asri, tenang dan damai dan terkenal dengan “kota santrinya”. Tentu saja sebelum tenarnya ponari putra petir dan aktor pembunuhan berantai bernama riyan. Tapi sudahlah, bagi saya, Jombang tetaplah kota santri yang “beriman” Bersih Indah Nyaman.

Kota, dimana terdapat empat pondok pesantren besar yang berdiri di empat mata angin, timur, barat, selatan, utara,  seakan sebagai penopang bagi terpeliharanya akhlak dan budi pekerti masyarakat jombang. Di kota ini juga KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dilahirkan. Seorang bapak bangsa yang tak mudah ditemukan penggantinya, bahkan mungkin sampai seratus tahun kedepan.

Lalu apa sebenarnya yang membuat saya kangen dengan jombang?

Ada beberapa tempat yang membuat saya belingsatan kangen tak karuan dengan kota tercinta ini.

Pertama, Alun-alun Jombang. Alun-alun Jombang pada malam hari adalah tempat yang menyenangkan untuk dikunjungi, khususnya bagi saya. Ketika malam tiba, alun-alun menjadi pasar malam yang ramai bertaburan dengan lampu-lampu para pedagang kaki lima. Suasana ramai seperti pasar malam inilah yang sangat saya kangeni.

Saya biasanya hanya duduk-duduk di pondasi taman pohon palem sekedar mengamati orang yang lalu lalang. Atau kadang-kadang nongkrong di warung mie ayam sambil menikmati es jeruk dan jagung bakar yang ada ditengah lapangan. Rasanya saya tidak akan menemukan suasana seperti itu di Jakarta. Sedih.

Kedua, Masjid Agung. Disinilah saya biasanya menghabiskan waktu sehabis shalat jum’at. Saya bisa berlama-lama disini. Kadang kala diwaktu lain bersama teman-teman sekedar melepas lelah sehabis jalan-jalan. Yah, masjid agung jombang memang tidak hanya tempat untuk shalat, tapi kenyataannya sangat nyaman untuk sekedar duduk-duduk sambil memandang alun-alun yang terhampar didepannya.

Ketiga, aneka makanan di kebun rojo. Nah ini yang juga saya kangeni. Soto dok yang suaranya bikin jantung sementara seperti berhenti. Ketika ingin menyajikan ke pembeli, dengan cara yang mengagetkan bumbu rahasia didalam botol tiba-tiba dihentakkan di meja dengan suara keras. Dan tentu saja makanan lain yang tak kalah enak dan murahnya. Banyak warung makanan disini yang buka sampai pagi. Pokoknya dijamin tidak akan kecewa rekreasi malam hari disini. Makanannya uenak uenak, lak yo.

Keempat, Pasar legi. Pasar ini terletak ditengah kota Jombang. Saya kadang hanya melihat-lihat di area pasar dan keliling-keliling melihat keramaian kota. Di pasar ini juga ada pasar burung yang lumayan ramai, juga ada pasar bunga hias dan ikan.

Area pasar legi dan pertokoan ini  adalah pusat dari kegiatan ekonomi yang sangat ramai di kota Jombang.

Kelima, Perpustakaan Tebuireng. Terletak tidak jauh dari kota jombang, tepatnya dari jombang kearah selatan menuju kediri atau malang. Inilah tempat paling favorit saya. Saya bisa menghabiskan waktu lama disini. Para pegawainya yang tak lain adalah sahabat-sahabat saya bikin betah, selain buku dan koran tentunya. Saya biasa ngomong ngalor ngidul dengan mereka. Lah, baca bukunya kapan ? hehe..

Keenam, Jalanan bandung kencur Jogoroto. Hmm.. rasanya sangat nyaman mengendarai motor dijalanan ini. Entah kenapa saya juga tidak tahu, kalau lewat jalan ini saya seperti diterpa angin surga (jangan bilang lebay ah). Apalagi saat sore dimana orang-orang sedang menikmati hidup di rumahnya masing-masing setelah penatnya beraktifitas. Ada kedamaian tersendiri saat saya melihat suasana seperti itu. dan saya hanya bisa lihat di jalanan bandung kencur dan jogoroto ini. Kadang saya memang lebih sering lewat jalanan ini karena ada rumah saudara yang bisa diampiri.

Jalan ini adalah jalan alternatif menuju pondok pesantren Tebuireng juga ke arah kota Kediri dan Malang.

Ketujuh, Pondok pesantren Seblak. Disinilah saya pernah menimba ilmu beberapa tahun lamanya. Tempatnya tidak jauh dari perpustakaan atau pondok tebuireng tapi setelah saya keluar, saya tidak selalu datang kesini. Sebenarnya saya selalu kangen berkunjung ke tempat ini sambil berziarah ke makam Mbah Kyai Mahfudz Anwar, tapi ada hal lain yang membuat saya agak canggung jika kesana sendirian. Rasanya seperti orang asing.

Beruntunglah tahun 2008 lalu teman-teman alumni sukses mengadakan temu kangen di pondok ini. Saya seperti kembali ke masa lalu. Ketika melaksanakan shalat jamaah di masjid, saya seperti berada di ruangan yang sangat nyaman, lebih nyaman dari tempat manapun di dunia.

Kedelapan, Wonosalam. Wonosalam yang sejuk, karena berada di dataran tinggi ini mengisahkan sebuah cerita yang tak akan pernah terlupakan seumur hidup, terutama di daerah paling tinggi yang banyak tumbuh pepohonan cengkeh dan kopi. Disinilah saya pernah bungkam seribu bahasa menatap wajah gadis yang saya suka. Disini juga saya pernah menjadi orang bodoh sehingga saya tidak sadar bahwa ada seorang sahabat perempuan yang diam-diam menaruh hati pada saya. Maaf teman, saya hanya lilin, bukan lampu pijar.

Itu hanya sedikit tempat yang paling saya kangeni dari jombang. Masih banyak tempat lain sebenarnya. Kalau ada waktu saya ingin mengabadikan dengan gambar melalui kamera, semoga terwujud.


Ketika Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

teriakanmu tak dapat aku hentikan

saat tangan jahil menggodamu

apalah dayaku

aku bukan kekasihmu

engkau bercerita tentang kekasihmu

aku hanya bisa tersenyum

karena aku tak ingin terlihat cemburu

ketika engkau pergi dari hadapanku

aku hanya bisa melihatmu menjauh

tanpa bisa berkata apa-apa

aku memang bukan kekasihmu

engkau cerita tanpa beban

tentang hidupmu

tentang mimpimu

tentang kesenanganmu

tentang semua

aku hanya bisa mendengarmu dengan seksama

karena aku tak ingin pergi dari dekatmu

aku hanya ingin melihat wajahmu

aku hanya ingin mendengar suaramu

walau itu semakin membuatku sakit

ketika engkau tak ada

hati ini belingsatan

kangen tak karuan

ketika engkau datang

perasaan jadi tak menentu

ingin bersikap biasa

tapi tak bisa

ingin berkata sewajarnya

tapi mulut jadi bungkam

engkau bersikap manja

aku biasa saja

engkau merajuk

aku tak sanggup menolak

engkau marah

aku hanya bisa bersedih

engkau menangis

aku tak bisa menghapus air matamu

apalah dayaku

aku bukan kekasihmu

aku hanya bisa memberi

aku tak kuasa meminta

merayumu adalah hal konyol

mengharapkanmu adalah suatu kebodohan

seberapa banyak orang akan menyakitimu

sebanyak itu pula aku akan tersakiti


Suasana Hati

Kadang suasana hati tiba-tiba terasa tidak nyaman. Ketika suasana hati seperti itu, maka tidak ada yang bisa dilakukan dengan menyenangkan. Apapun yang dilakukan selalu tidak terasa enak di hati. Namanya juga suasana hati sedang tidak mendukung. Tapi untunglah saya mempunyai blog. Perasaan BeTe sedikit terkurangi walau tidak semua dengan cara menulis seperti ini.

Siapapun pasti pernah mengalami suasana seperti yang saya alami saat ini. Bete, jenuh, bosen dan tidak bergairah. Saran saya, agar suasana hati sedikit menyenangkan, lakukanlah hal-hal ringan yang sudah lama tidak pernah dilakukan. Mengganti posisi meja dan ranjang di kamar tidur, misalnya. Atau lakukan hal-hal yang behubungan dengan hobi dan kesenangann anda. Atau kalau suka menulis, menulislah apapun yang ada di hati anda saat ini, siapa tahu suasana hati bisa sedikit fresh.

Hmm, menulis ini saya jadi teringat dengan seseorang. Saat itu perasaan saya mungkin sama dengan sekarang dan ditambah sedikit tidak enak badan. Ketika perasaan seperti itu pasti yang diingat adalah seseorang yang ada di hati, bisa jadi keluarga, teman atau kekasih. Maksudnya sekedar ingin menyampaikan uneg-uneg yang ada di hati. Dasar memang lagi sial, alih-alih pingin sms  seorang gadis. Ternyata yang menerima adalah pacarnya. Walaupun besoknya dia tetap datang menemani saya seperti pesan sms yang saya kirim, tapi rasa malu tetap tidak tertahankan. Thank u ya el telah menemani saya, dan maaf untuk cowomu yang sekarang sudah jadi mantan, ha ha ha..