Tautan Emosi dan Pikiranku

I Love TVRI

Maaf seribu maaf untuk stasiun tv lainnya, saya sudah tidak bersimpati lagi dengan kalian…

Beberapa hari ini saya lebih sering menonton tv di tempat kerja. Itu dikarenakan ada event besar sejagad yang sedang dilangsungkan di Afrika Selatan. Karena demi agar tidak tertinggal ikut menyaksikan event tersebut maka sang boss juga memberikan keleluasaan untuk bisa menikmati nonton tv baik siang atau malam hari. Kebetulan lebih sering memang kerja sampai malam hari, jadi kesempatan itu tidak kami sia-siakan. Saya sudah rindu. Beberapa tahun saya tidak punya banyak kesempatan nonton tv.

Ternyata tv-tv tidak banyak yang mengalami perubahan. Lihatlah tv-tv swasta yang berlomba-lomba dalam menaikkan ratingnya. Acaranya – kalau boleh saya katakan – masih itu-itu saja. Tidak ada yang berubah dari acara-acara yang ditayangkan empat atau lima tahun yang lalu. Memang ada sebagian tv yang sedikit masih mengedepankan sisi jati diri bangsa dengan menampilkan acara-acara yang bertemakan nusantara. Lihatlah “si bolang”, “jejak petualang” atau “asal-usul”. Bagi saya (mungkin ini sangat bersifat subyektif, jadi saya mohon maaf) tv seharusnya lebih mengedepankan nilai-nilai pendidikan disamping memang dibarengi dengan acara yang bernuansa hiburan.

Saya bukannya tidak suka dengan tv-tv yang  banyak menampilkan hiburan semata dalam acaranya, karena memang demi untuk mengurangi sedikit rasa stress, orang kadang membutuhkan hiburan. Tapi apa yang ingin saya katakan disini adalah televisi sudah tidak lagi memiliki jati diri sebagaimana mestinya. Ada sesuatu yang belebihan yang banyak ditayangkan di televisi jaman sekarang. Bukankah sesuatu yang berlebihan itu selalu tidak baik akibatnya?. Tv berita bergeser menjadi “tv hiburan” atau sebaliknya tv pendidikan bergeser menjadi “tv hiburan”. Yah, namanya juga sistem kapitalis, akuilah bahwa kalian memang tidak ingin memecat karyawanmu karena bangkrut.

Ditengah-tengah puncak dari kemuakan saya menonton tv yang “itu-itu saja”, saya malah lebih sering menonton tv milik pemerintah ini, namanya tentu anda-anda sekalian masih ingat. Yah, betul, namanya adalah TVRI (Televisi Republik Indonesia). Aneh, mungkin ini efek dari tua atau apa saya tidak tahu. Saya lebih bisa berlama-lama menonton tv yang dulu di jaman orde baru paling saya benci. Menonton tvri, saya seperti diajak kembali kepada nilai-nilai hakiki dari keberadaan bangsa yang sangat besar ini. Bangsa yang bernama Indonesia. Ada kebersahajaan dari acara-acara yang ditampilkan tvri. Menampilkan berita sekedar sebagai informasi yang justru saya anggap sebagai sajian yang proporsional karena masih memikirkan efek berantai dari adanya berita yang sangat menarik jika disampaikan secara berlebihan. Tentu anda bisa melihat sendiri efek dari pemberitaan kejahatan terorisme dan berita besar-besaran tentang tindakan asusila seorang yang diduga mirip artis yang bahkan sampai sekarang masalahnya belum kelar.  Pun begitu, jika orang terlalu banyak tertawa akan membuat jiwa menjadi kering. sehingga tvri menayangkan acara hiburan sekedarnya. Itulah tvri yang saya lihat sekarang.

Event piala dunia sebentar lagi berakhir. Dengan berakhirnya piala dunia maka tv di ruangan kerja saya akan dicabut. Saya tidak lagi punya kesempatan banyak nonton tv kecuali menjelang tidur jam satu atau jam dua malam. Tidak apa lah. Suatu saat, jika saya diberi kesempatan bisa menikmati acara tv kapanpun, saya berharap tidak lagi melihat acara-acara yang tidak lagi memenuhi rasa kebutuan saya. Saya butuh hiburan, saya butuh berita, tapi saya tidak butuh perusak moral masyarakat dan anak-anak kami.

salam TVRI

Advertisements

2 responses

  1. Fiz

    Untunglah saya tidak punya televisi. Jadi, kalaupun ada banyak acara tak bermutu paling-paling mentoknya pindah channel ke Opera Van Java (lho, katanya gak punya tivi :D)

    July 5, 2010 at 12:04 pm

    • hahaha…… wong jombang iki, ngajak ndagel senengane….. tapi gpp biar awet muda, 🙂

      July 5, 2010 at 2:51 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s