Tautan Emosi dan Pikiranku

Yang Saya Kangeni Dari Jombang

Kata orang, “lebih enak hujan batu di negeri sendiri daripada hujan emas di negeri orang”. Bagi yang belum pernah merantau, percayalah pada saya ungkapan diatas adalah benar. Saya sudah membuktikannya. Beberapa tahun hidup di negeri orang, saya merasa rindu dengan kampung halaman. Jombang, kota dimana saya dilahirkan.

Menurut saya, Jombang adalah kota yang sangat asri, tenang dan damai dan terkenal dengan “kota santrinya”. Tentu saja sebelum tenarnya ponari putra petir dan aktor pembunuhan berantai bernama riyan. Tapi sudahlah, bagi saya, Jombang tetaplah kota santri yang “beriman” Bersih Indah Nyaman.

Kota, dimana terdapat empat pondok pesantren besar yang berdiri di empat mata angin, timur, barat, selatan, utara,  seakan sebagai penopang bagi terpeliharanya akhlak dan budi pekerti masyarakat jombang. Di kota ini juga KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dilahirkan. Seorang bapak bangsa yang tak mudah ditemukan penggantinya, bahkan mungkin sampai seratus tahun kedepan.

Lalu apa sebenarnya yang membuat saya kangen dengan jombang?

Ada beberapa tempat yang membuat saya belingsatan kangen tak karuan dengan kota tercinta ini.

Pertama, Alun-alun Jombang. Alun-alun Jombang pada malam hari adalah tempat yang menyenangkan untuk dikunjungi, khususnya bagi saya. Ketika malam tiba, alun-alun menjadi pasar malam yang ramai bertaburan dengan lampu-lampu para pedagang kaki lima. Suasana ramai seperti pasar malam inilah yang sangat saya kangeni.

Saya biasanya hanya duduk-duduk di pondasi taman pohon palem sekedar mengamati orang yang lalu lalang. Atau kadang-kadang nongkrong di warung mie ayam sambil menikmati es jeruk dan jagung bakar yang ada ditengah lapangan. Rasanya saya tidak akan menemukan suasana seperti itu di Jakarta. Sedih.

Kedua, Masjid Agung. Disinilah saya biasanya menghabiskan waktu sehabis shalat jum’at. Saya bisa berlama-lama disini. Kadang kala diwaktu lain bersama teman-teman sekedar melepas lelah sehabis jalan-jalan. Yah, masjid agung jombang memang tidak hanya tempat untuk shalat, tapi kenyataannya sangat nyaman untuk sekedar duduk-duduk sambil memandang alun-alun yang terhampar didepannya.

Ketiga, aneka makanan di kebun rojo. Nah ini yang juga saya kangeni. Soto dok yang suaranya bikin jantung sementara seperti berhenti. Ketika ingin menyajikan ke pembeli, dengan cara yang mengagetkan bumbu rahasia didalam botol tiba-tiba dihentakkan di meja dengan suara keras. Dan tentu saja makanan lain yang tak kalah enak dan murahnya. Banyak warung makanan disini yang buka sampai pagi. Pokoknya dijamin tidak akan kecewa rekreasi malam hari disini. Makanannya uenak uenak, lak yo.

Keempat, Pasar legi. Pasar ini terletak ditengah kota Jombang. Saya kadang hanya melihat-lihat di area pasar dan keliling-keliling melihat keramaian kota. Di pasar ini juga ada pasar burung yang lumayan ramai, juga ada pasar bunga hias dan ikan.

Area pasar legi dan pertokoan ini  adalah pusat dari kegiatan ekonomi yang sangat ramai di kota Jombang.

Kelima, Perpustakaan Tebuireng. Terletak tidak jauh dari kota jombang, tepatnya dari jombang kearah selatan menuju kediri atau malang. Inilah tempat paling favorit saya. Saya bisa menghabiskan waktu lama disini. Para pegawainya yang tak lain adalah sahabat-sahabat saya bikin betah, selain buku dan koran tentunya. Saya biasa ngomong ngalor ngidul dengan mereka. Lah, baca bukunya kapan ? hehe..

Keenam, Jalanan bandung kencur Jogoroto. Hmm.. rasanya sangat nyaman mengendarai motor dijalanan ini. Entah kenapa saya juga tidak tahu, kalau lewat jalan ini saya seperti diterpa angin surga (jangan bilang lebay ah). Apalagi saat sore dimana orang-orang sedang menikmati hidup di rumahnya masing-masing setelah penatnya beraktifitas. Ada kedamaian tersendiri saat saya melihat suasana seperti itu. dan saya hanya bisa lihat di jalanan bandung kencur dan jogoroto ini. Kadang saya memang lebih sering lewat jalanan ini karena ada rumah saudara yang bisa diampiri.

Jalan ini adalah jalan alternatif menuju pondok pesantren Tebuireng juga ke arah kota Kediri dan Malang.

Ketujuh, Pondok pesantren Seblak. Disinilah saya pernah menimba ilmu beberapa tahun lamanya. Tempatnya tidak jauh dari perpustakaan atau pondok tebuireng tapi setelah saya keluar, saya tidak selalu datang kesini. Sebenarnya saya selalu kangen berkunjung ke tempat ini sambil berziarah ke makam Mbah Kyai Mahfudz Anwar, tapi ada hal lain yang membuat saya agak canggung jika kesana sendirian. Rasanya seperti orang asing.

Beruntunglah tahun 2008 lalu teman-teman alumni sukses mengadakan temu kangen di pondok ini. Saya seperti kembali ke masa lalu. Ketika melaksanakan shalat jamaah di masjid, saya seperti berada di ruangan yang sangat nyaman, lebih nyaman dari tempat manapun di dunia.

Kedelapan, Wonosalam. Wonosalam yang sejuk, karena berada di dataran tinggi ini mengisahkan sebuah cerita yang tak akan pernah terlupakan seumur hidup, terutama di daerah paling tinggi yang banyak tumbuh pepohonan cengkeh dan kopi. Disinilah saya pernah bungkam seribu bahasa menatap wajah gadis yang saya suka. Disini juga saya pernah menjadi orang bodoh sehingga saya tidak sadar bahwa ada seorang sahabat perempuan yang diam-diam menaruh hati pada saya. Maaf teman, saya hanya lilin, bukan lampu pijar.

Itu hanya sedikit tempat yang paling saya kangeni dari jombang. Masih banyak tempat lain sebenarnya. Kalau ada waktu saya ingin mengabadikan dengan gambar melalui kamera, semoga terwujud.

Advertisements

4 responses

  1. Fiz

    Aha, ternyata tanah air beta diulas di sini. Sepakat kalau alun-alun adalah tempat yang cocok dikunjungi pada malam hari. Anehnya, baru setahun lalu kita memanfaatkan alun-alun sebagai tempat nyakruk dan ngopi bersama teman-teman sekolah dulu. Sebelumnya ndak pernah sama sekali, maklum kita jarang pulang kampung 🙂

    August 28, 2010 at 12:35 am

  2. hehe, wonosalam yang paling berkesan karena menyimpan cerita yang tak terlupakan. ah, rindu saya…

    December 19, 2011 at 12:09 am

  3. wnoslm jg ad crt cnt tp jg hmpr claka !!! pgin kcna lgee!!!

    November 12, 2012 at 3:09 am

  4. egha d'rvul

    saya orang nyaman d jombang sekarang 🙂

    February 5, 2013 at 12:26 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s