Tautan Emosi dan Pikiranku

Mengatasi Pengangguran Ala Hitler

Hitler memang dikenal karena kesadisannya dalam upaya pelenyapan ras yahudi. Dalam sejarah pasca perang dunia I, Jerman mengalami kebangkrutan total akibat perang. Dalam masa-masa itu jerman akan menuju puncak hiperinflasi yang akan membuat negaranya bertambah hancur. Akan tetapi karena keberanian hitler, Jerman bangkit kembali dari resesi dan melambungkan nama hitler di puncak karirnya sebagai pemimpin.

Saat itu pengangguran meningkat dan kebutuhan pokok mulai melambung tinggi. Jerman harus menghidupi rakyatnya dengan uang, akan tetapi tanpa hutang ke negara lain tidaklah mungkin uang itu bisa didapat. Karena tabungan negara sudah tidak ada lagi, ladang dan sawah serta poperti-properti sudah dimiliki para bankir. Maka disaat-saat genting itulah hitler memberanikan untuk mencetak uang sendiri. Dia meniru apa yang pernah dilakukan Abraham Lincoln yang pernah menerbitkan “greenback.” Hitler tidak mau menjadi budak dari bankir dan negara lain karena hutang.

Program yang dirancang hitler adalah mencetak uang tanpa backing emas dan hutang. Hitler berpendapat bahwa nilai dari uang yang akan dicetak akan senilai dengan barang dan pekerjaan yang akan dilaksanakan. Nilai dari proyek itu diperkirakan akan bernilai kurang lebih 1 miliar mata uang baru. Uang itu diberi nama Labor Treasury Certificate.

Proyek-proyek utamanya adalah pembuatan jembatan, kanal-kanal, perumahan umum, tempat-tempat pelayanan publik, konstruksi-konstrusi bangunan baru dan pelabuhan. Jutaan orang dikerahkan sehingga pengangguran mulai teratasi. Orang-orang yang bekerja dibiayai oleh negara dari uang yang dicetaknya sendiri tanpa backing emas dan hutang melainkan oleh sesuatu yang memiliki nilai, yaitu tenaga kerja dan material yang diberikan kepada pemerintah. Hitler berkata,“Untuk setiap Mark yang kami cetak kami mewajibkan pekerjaan ataupun barang produksi dengan nilai yang setara.”.

Orang-orang yang menerima bayaran akan menggunakan sertifikat itu untuk membeli konsumsi dan kebutuhan, sehingga ekonomi dapat berjalan.

Hanya dalam waktu 2 tahun jerman dapat mengatasi pengangguran dan dapat berdiri dengan kaki sendiri tanpa emas dan tanpa hutang.

Namun langkah yang diambil hitler bukan tanpa resiko. Teori inggris menganggap bahwa tidak akan mungkin menerbitkan uang tanpa backing emas. Dan itulah yang membuat para bankir harus menyingkirkan hitler agar eropa kembali kepada kekuasaan bankir.

Bagaimana dengan Indonesia saat ini ?

Semakin menjamurnya pengangguran di Indonesia adalah sebuah fenomena yang tak gampang diatasi. Walaupun hitler dikenal dengan segala hal negatif tentang dirinya tetapi tetap ada sisi baik dalam diri manusia. Langkah yang pernah diambil hitler bisa dijadikan pelajaran bagi pemerinta bahwa demi rakyatnya, pemerintah harus mempunyai keberanian dan ketegasan untuk mengambil tindakan nyata. Jaman sekarang tidak mungkin sebuah negara bisa berdiri tanpa hutang, karena hutang sudah menjadi hal lumrah dalam sebuah sistem ekonomi global.

Tingkat pengangguran tahun 2008 saja (menurut Badan Pusat Statistik) per Agustus 2008 mencapai 9,39 juta jiwa atau 8,39 persen dari total angkatan kerja. Itu adalah yang tercatat melalui survei yang dilakukan di departemen tenaga kerja. Jika dilihat kenyataan bahwa tidak semua para pencari kerja juga melalui departemen tenaga kerja, tentu angkanya menjadi lebih besar.

Yang perlu dilakukan pemerintah adalah menyediakan lapangan kerja sebesar-besarnya dengan upah yang diambil dari negara. Caranya dengan meminimalkan pajak bagi perusahaan-perusahaan kecil dan menengah sedangkan untuk perusahaan-perusahan yang terbukti kuat dan besar pemerintah harus berani menarik pajak lebih besar.

Masalah pengangguran adalah masalah yang sangat krusial dan menjadi ukuran seberapa makmurnya sebuah negara. Sedangkan hutang negara kepada negara lain adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari bagi negara yang masih berstatus sebagai negara dengan tingkat kemiskinan tinggi seperti Indonesia.

Hutang dan pengangguran adalah dua kata yang harus ditekan sekecil mungkin agar sebuah negara berdiri tidak hanya menjadi budak bagi negara lain. Mungkin anak cucu kita nanti tidak akan bisa hidup tenang sebelum mereka keluar dari budak negara lain.“Orang kaya berkuasa atas orang miskin; orang yang berhutang adalah budak dari yang menghutangi.” amsal 22:7

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s