Tautan Emosi dan Pikiranku

Terkungkung dalam Sistem Bunga dan Uang

Apa sebenarnya yang terjadi jika seandainya masyarakat tahu bahwa selama ini mereka dibodohi oleh pembuat benda “berharga” yang disebut uang. Saya bukan seorang ekonom atau ahli di bidang moneter melainkan hanya rakyat biasa yang ingin mencari sesuatu yang saya anggap patut untuk diketahui.

Apa yang ingin saya sampaikan disini adalah tentang bagaimana akhirnya manusia harus tergantung dengan hal-hal yang bersifat materi. Dan jika ditelusuri maka sumbernya adalah “uang” dan “bunga”.

Uang memang sengaja diciptakan untuk mempermudah alat pembayaran yang sebelumnya menggunakan sistem barter. Tetapi anehnya uang diciptakan oleh pedagang uang tidak disertai dengan bunga. Bunga tidak pernah dicetak sedangkan uang diterbitkan sebagai pengganti dari harta berharga yang sesungguhnya yaitu emas. Tetapi itu dulu, sekarang emas bukan satu-satu “penjamin” atas beredarnya uang di masyarakat walaupun bunga yang beredar di masyarakat sebenarnya tidak pernah eksis karena bunga memang tidak pernah dicetak.

Asal usul uang

Mungkin cerita fiksi dibawah ini bisa memberi gambaran bagaimana lahirnya uang.

Adalah seorang bernama Fabian, dia seorang tukang emas. Pekerjaannya mencetak emas, mengukir emas dan membuat perhiasan dari emas. Lama-kelamaan Fabian ingin mendapatkan lebih dari apa yang dia dapat maka dia mencoba membuat sistem baru dengan alasan untuk membantu agar perdagangan di masyarakat menjadi lebih efisien. Caranya adalah dengan membuat koin emas sebagai alat pengganti barter.

Sebelumnya masyarakat sudah melakukan sistem barter dari generasi ke generasi. Dan masyarakat sudah sangat bahagia dengan apa yang dimiliki. Menukar barang kebutuhannya dengan barang yang dimiliki orang lain sesuai dengan kesepakatan dan hampir tidak ada masalah diantara mereka. Namun hal itu segera sirna setelah kedatangan Fabian dengan ide-idenya yang dianggap masyarakat sebagai ide cemerlang.

Fabian mulai mengemukakan pendapatnya tentang sistem baru itu. Semua orang dikumpulkan untuk mendapat ceramah dari Fabian. Masyarakat sangat tertarik dengan ide baru Fabian tentang konsep “uang” dan ingin lebih jauh mengetahui bagaimana sistem itu berjalan.

“Emas yang saya produksi adalah logam yang luar biasa, tidak bisa berkarat dan bisa bertahan lama. Saya akan membuat emas dalam bentuk koin dan kita akan menamakannya dengan dolar”

Fabian menjelaskan dengan gamblang bagaimana uang baru itu akan diberlakukan. salah satu dari kalangan pemerintah ada yang bicara “tetapi orang bisa menambang emas sendiri dan membuat koin sendiri”

“Ini tidak boleh terjadi” kata Fabian. “Hanya koin-koin yang disetujui pemerintah yang diperbolehkan beredar, dan koin ini akan distempel yang dibuat oleh pemerintah. Masyarakat mulai menganggapnya masuk akal. Orang-orang ingin semua mendapatkan sama banyak dari koin yang diberikan, akan tetapi sebagian orang tidak setuju. “Tetapi saya yang pantas mendapatkan lebih” kata si pembuat lilin. “tidak, sayalah yang pantas mendapatkan lebih banyak” kata si petani. Orang-orang mulai bertengkar.

Fabian membiarkan dulu orang-orang ini, kemudian dia mengungkapkan, “karena kalian tidak ada kesepakatan maka biar saya saja yang menentukan. Tidak peduli berapa banyak yang kalian dapatkan, semua tergantung dari kalian. Semakin banyak yang anda dapatkan semakin banyak yang anda kembalikan, tergantung dari kemampuan kalian”

“Lalu apa yang akan kamu dapatkan?” kata salah seorang pendengar.

“Karena saya yang menyediakan jasa maka saya akan mendapat bayaran dari kerja keras saya. Setiap 100 koin yang kalian peroleh dari saya, anda akan mengembalikan kepada saya setahun kemudian sebanyak 105 koin. 5 koin adalah bayaran yang saya peroleh hasil dari kerja kerasku menyediakan koin-koin tersebut dan saya menyebutnya bunga”.

Kelihatannya masuk akal dan orang-orangpun setuju dengan ide Fabian. Pengembalian yang hanya 5% tidak terlalu berat menurut mereka. Sistem uang mulai berjalan dan sekilas kelihatannya tidak ada masalah bahkan perdagangan di pasar semakin baik.

Orang-orang belum menyadari bahwa sekalipun semua uang dari seluruh masyarakat dikembalikan maka tidak mungkin bisa mengembalikan bunga yang berjumlah 5% itu, karena bunga tidak ikut diciptakan oleh Fabian. Tak seorangpun selain Fabian yang mengetahui bahwa adalah hal mustahil bagi masyarakat ini untuk bisa melunasi semua hutang mereka bila ditambahkan dengan bunga, uang yang tidak pernah diedarkan oleh Fabian.

Fabian mempunyai tempat yang sangat rapat ditokonya untuk menyimpan koin-koin emas yang disetor dari masyarakat. Sebagian orang lebih senang menyimpan koin emasnya kepada Fabian karena lebih aman. Fabian memungut beberapa bayaran atas jasanya menyimpan koin-koin uang itu. Sebagai bukti atas deposit koin-koin emas itu, Fabian membuatkan kwitansi yang diberikan kepada orang yang menyimpan koinnya di tempat Fabian.

Orang yang membawa kwitansi dari Fabian bisa menggunakan kwitansi itu untuk membeli barang-barang sama seperti menggunakan koin emas.

Lama-kelamaan Fabian menyadari bahwa kebanyakan orang-orang tidak menukarkan kembali kwitansi dengan koin-koin emasnya kepada Fabian.

Suatu hari Fabian berfikir “saya mempunyai semua koin disini, ini luar biasa karena orang-orang tidak pernah menyadari bahwa mereka membayar bunga atas uang koin yang dititipkan kepadaku dan bahkan tidak pernah ditukarkan kembali.”

Memang benar koin-koin itu bukan milikku, koin itu adalah milik mereka yang menitipkan padaku. Saya bisa menggunakan koin-koin itu dan saya tidak perlu membuat koin baru.

Awalnya Fabian sangat berhati-hati. Dia hanya meminjamkan dalam jumlah sedikit. Tetapi lama-kelamaan tidak ada masalah maka Fabian meminjamkan lebih banyak koin dari simpanan milik masyarakat.

Suatu hari ada orang yang ingin meminjam uang koin dalam jumlah besar. Fabian memberikan ide “bagaimana jika saya membuatkan beberapa lembar kwitansi sebagai bukti deposit kepadaku daripada repot membawa koin dalam jumlah banyak” orang itupun setuju dan mendapatkan pinjaman yang dinyatakan dalam bentuk kwitansi. Dan emasnya masih tersimpan di toko Fabian.

Fabian dapat meminjamkan koin emas kepada masyarakat sebanyak yang diinginkan berkali lipat dengan hanya menuliskan kwitansi dan bahkan melebihi dari koin yang dia miliki. Segalanya akan baik-baik saja selama orang-orang tidak menukarkan kwitansi deposit emas mereka kepada Fabian.

Orang-orang dari daerah lain yang berprofesi sebagai tukang emas mulai tertarik ingin mengetahui sistem yang digunakan fabian. Dan fabian memberikan rahasianya. Orang-orang itupun sepakat dan mengikuti apa yang disarankan oleh fabian dengan syarat masyarakat jangan sampai tahu rahasianya.

Fabian mulai membukukan semua koin-koin yang dititipkan oleh masyarakat. Fabian membuatkan buku pemasukan dan pengeluaran. Kebanyakan orang-orang menggunakan kwitansi emas untuk melakukan perdagangan. Kadang ketika seorang pedagang ingin membayar kepada pedagang lain mereka tinggal menuliskan instruksi kepada fabian untuk memindahkan rekening kepada rekening orang lain, sehingga fabian bisa melakukannya dengan cepat. Sistem instruksi inilah yang dinamakan “cek”.

Suatu saat fabian mengumpulkan orang-orang pemerintahan untuk memberi tahu bahwa kwitansi yang beredar di masyarakat sangat populer dan banyak dipalsukan oleh orang, oleh karena itu ini harus dihentikan. Pemerintah setuju dan meminta saran kepada fabian. Mula-mula pemerintah harus mencetak lembaran uang yang diberi tinta khusus dan diberi stempel serta tanda tangan gubernur. Fabian yang akan menanggung semua biaya percetakannya tentu saja dengan biaya rendah.

“Dan ada juga sebagian orang yang menambang emas dan membuat koin sendiri, maka pemerintah harus membuat peraturan untuk siapa saja yang menemukan emas harus diserahkan dan saya akan menggantinya dengan koin dan uang kertas baru” kata fabian.

Namun kenyataan bahwa uang yang beredar di masyarakat adalah 10% dari nilai transaksi. 90% dari nilai transaksi dilakukan dengan cara pindah buku (cek).

Kekayaan fabian bertambah besar karena mendapatkan dari hasil bunga dan nilai uang yang diitipkan kepada fabian. Untuk menarik agar semakin banyak yang menitipkan uang kepadanya, fabian memberikan bunga 3% kepada deposan. Karena fabian meminjamkan uang kepada orang-orang dengan bunga 5% sedangkan dia membayar kepada deposan sebesar 3% maka keuntungan fabian adalah 2%. Orang-orang berfikir mendapatkan 3% jauh lebih baik daripada membayar fabian untuk menjaga emas (uang) mereka.

Begitulah sedikit gambaran bagaimana sistem uang terbentuk. Cerita diatas hanyalah fiksi tetapi bisa menjadi gambaran bagaimana seharusnya menyikapi benda yang sebenarnya tidak ada harganya yang bernama uang, karena barang berharga yang sebenarnya tidak pernah ada atau ada tetapi hanya berjumlah sedikit. Jika tidak percaya, cobalah kumpulkan semua orang yang mempunyai uang di bank dan suruh mengambil semuanya, maka pasti para bankir akan bangkrut.

Masyarakat sudah terlanjur terjebak kedalam sistem yang sebenarnya tidak perlu ada. Sistem bunga yang tidak pernah eksis adalah penyebab dari adanya jurang antara miskin dan kaya. Logikanya untuk membayar bunga yang tidak pernah ada, seseorang harus mengambil dari uang yang ada pada orang lain.

Siapa sebenarnya yang menjadi muara dari sistem yang sekarang berjalan. Tentu saja negara adi kuasa yang saat ini berjaya. Negara yang sudah terancam bangkrut karena tidak lama lagi sistem bunga sudah tidak relevan lagi untuk digunakan.

Runtuhnya dolar Amerika

Diceritakan ada tiga orang bernama A, B dan C. Ketiga orang ini melakukan sistem barter dari produk yang dia peroleh. A adalah seorang petani jagung, B seorang pembuat gerobak dan C adalah nelayan atau penjual ikan.

Suatu saat A mengalami gagal panen sehingga tidak bisa menjual jagungnya untuk ditukar dengan gerobak dan ikan, maka A berhutang kepada B dan C dengan menuliskan surat hutang. Nanti jika tiba musim panen selanjutnya A akan menggantinya dengan jagung.

Namun ternyata di musim berikutnya A mengalami gagal panen dan tidak bisa membayar dengan jagung kepada B dan C. Akan tetapi karena A selama ini dikenal jujur maka B dan C tetap memberikan hutang ikan dan gerobak yang diinginkan A sehingga A masih bisa bertahan hidup.

Lama-kelamaan surat utang yang diberikan A bisa dijadikan alat tukar barang antara B dan C karena ada jaminan dari nilai surat utang itu yaitu jagung milik si A.

Suatu hari A merasa strategi surat utang yang digunakan A bisa bertahan selamanya dan dia tidak lagi mempedulikan ladang jagungnya. Dia tidak lagi menanam jagung. Suatu saat jika musim panen, dia tinggal menerbitkan surat utang dan diberikan kepada B dan C. A hanya menikmati hidup di rumah, beristirahat, main golf dan bermewah-mewahan.

Akan tetapi B dan C akhirnya curiga dengan A dan mengunjungi ladang jagung milik A dan mendapati bahwa ladangnya tidak ada apa-apa bahkan A tidak menanam jagung sama sekali. Ternyata selama ini B dan C melakukan “penjualan” kepada A hanya bersifat imaginer. Mereka tidak akan mendapatkan kembali nilai barang (jagung) dari A sebesar nilai gerobak dan ikan yang telah diberikan kepada A.

Di dunia nyata A adalah Amerika, bedanya A tidak memiliki senjata seperti Amerika. Jika saja A memiliki senjata dan dapat menekan B dan C, maka B dan C tetap akan memberikan gerobak dan ikan kepada A dan harus menerima surat utang yang tidak bisa ditukarkan dengan nilai barang apapun, karena sejatinya surat utang yang diberikan A tak lebih dari selembar “kertas sampah”.

Saat ini Amerika memang sedang diambang kebangkrutan. Apa yang dimiliki Amerika saat ini hanyalah kekuatan militer dan dominasinya terhadap penguasaan minyak dunia. Selama semua komoditi dunia terutama minyak bumi masih wajib menggunakan dolar maka Amerika masih yakin surat utangnya tetap akan ada pembeli sebab setiap negara harus membeli dolar mereka agar masih bisa mengimpor minyak dan komoditi ke negara masing-masing.

Jika ada yang macam-macam dengan Amerika maka dia akan dilibas dengan senjatanya. Ini yang dilakukan Saddam Husein di akhir tahun 2000, saat itu Saddam mewajibkan penjualan minyak dalam bentuk mata uang euro, dan itulah yang memicu Amerika menyerang Iraq, dan beberapa tahun kemudian saddam mati di tiang gantungan. Ahmadinejad, presiden iran juga melakukan hal yang sama. Dia menjual minyak dengan uang euro dan yen, tak perlu ditanya lagi, dialah target selanjutnya. Ada negara lain juga yang sedang mempromosikan pembelian minyak dengan memakai ouro, negara Venezuela. Presidennya Hugo Chavez akan menjadi sasaran empuk berikutnya.

Saya percaya suatu saat dominasi dolar Amerika terhadap dunia akan segera luntur dan itu tidak lama lagi. Entah kapan penjajahan terhadap dunia akan berakhir tapi rasanya sebentar lagi. Suatu saat negara-negara lain akan menyusul tidak akan lagi mau menggunakan dolar-dolar sampah milik negara paman sam ini.

Tulisan ini saya adopsi dari sini

Advertisements

2 responses

  1. numpang lewat, salam kenal

    July 30, 2010 at 9:48 pm

    • silahkan gan… salam kenal

      July 31, 2010 at 4:03 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s