Tautan Emosi dan Pikiranku

Kebahagiaan Semu

Banyak orang yang menganggap arti dari kebahagiaan semu adalah kebahagiaan sesaat. Kalau kita menyadari apa yang ada di dunia ini, pasti kita juga akan mengerti bahwa kebahagiaan itu memang hanya sesaat. Orang yang melakukan kesenangan dengan cara melakukan apa yang dia sukai akan menimbulkan kebahagiaan. Itu juga bisa dianggap kebahagiaan semu. Karena waktu untuk menikmatinya pastilah tidak akan abadi.

“Kebahagiaan adalah sesuatu yang bisa dimunculkan dari diri sendiri.” Betul, tetapi kenapa masih ada orang yang berusaha memunculkan kebahagiaan dari dirinya tetap tidak merasakan kebahagiaan itu ?

Jawabannya karena kebahagiaan memang sesuatu yang misteri. Ada orang yang kemana-mana naik sepeda dengan dihiasi semilirnya angin. Kemanapun dia pergi; ke tempat kerja, rekreasi dan jalan-jalan selalu naik sepeda. Dia mengatakan “akulah orang yang bahagia”. Berbarengan dengan itu ada seorang yang mengintip dari balik jendela kaca mobil BMWnya dan mengatakan “dasar orang sinting”.

Begitulah kebahagiaan yang dilihat dari persepsi orang masing-masing. Apakah sesorang yang sedang naik mobil BMW tadi termasuk orang yang bahagia ? belum tentu. Bisa jadi dia sedang pusing memikirkan bagaimana mencari uang untuk tagihan kredit bulan depan. Atau bisa jadi orang itu adalah benar-benar orang yang bahagia karena berhasil mewujudkan keinginannya (memiliki mobil BMW) yang dipendam sejak dua puluh tahun yang lalu.

Saya ingat ketika dulu masih mempunyai televisi satu channel dan acara-acara yang saya sukai saat SD mungkin tidak ditemukan lagi di channel-channel tv manapun saat ini. Tapi kenapa waktu itu saya tetap merasa bahagia dan senang-senang saja. Apakah ketika melihat anak-anak jaman sekarang yang menikmati play station, game online bahkan bisa berinternet ria lalu saya menjadi iri ? Tidak. Padahal hiburan jaman sekarang lebih banyak dan bertambah maju. Saya tetap menyukai kebahagiaan yang sudah saya rasakan saat masih kecil.

Sebenarnya dimana letak semunya karena sekarang saya masih tetap bahagia pernah dilahirkan di generasi dimana televisi masih satu channel. Saya masih bisa bercerita panjang lebar bersama teman-teman masa kecil saya sambil tertawa-tawa menceritakan pengalaman kami bersama teman-teman.

Mungkin juga anak-anak sekarang akan merasakan hal yang sama saat mereka sudah dewasa nanti. Mereka akan tertawa terbahak-bahak menceritakan saat mereka bisa menyamar menjadi orang lain di akun facebook miliknya. Atau mendapatkan pacar hayalan di internet hasil dari berchating ria. Itulah kebahagiaan. Apakah itu kebahagiaan semu ? mungkin iya, mungkin tidak.

Ada orang yang bisa menciptakan kebahagiaan, ada juga orang yang merasa hidupnya tidak pernah bahagia. Ada orang yang merasa biasa-biasa saja. Tapi satu yang pasti dimana kebahagiaan itu bisa disebut kebahagiaan hakiki, yaitu ketika seseorang sudah bisa mensyukuri hidupnya, bersyukur atas apa yang telah diperolehnya walaupun itu kecil. Itulah kebahagiaan yang sesungguhnya.

Advertisements

2 responses

  1. Fiz

    Oh, jadi intinya kebahagiaan itu sawang-sinawang ya Kang? Sekapat aku 🙂

    August 28, 2010 at 12:16 am

    • yao… kira2 seperti itulah mas fiz. 🙂

      August 29, 2010 at 9:21 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s