Tautan Emosi dan Pikiranku

Ada Korupsi Di Warung Nasi

Korupsi, mengambil suatu manfaat dengan tujuan menguntungkan diri sendiri dan merugikan orang lain, bagaimanapun bentuknya adalah mencuri.

Saya masih ingat dengan seorang teman yang sangat benci dengan korupsi, walaupun cakupan korupsinya kecil, terjadi di warung nasi.

Apa pasal ?

Teman saya suka sekali minuman dingin yang dicampur es, akan tetapi sering kecewa dengan pemilik warung karena korupsi tadi. Pemilik warung sengaja memberi porsi es batu lebih besar dibanding porsi air minumnya. Walhasil ketika minuman sudah habis, es batu itu masih kelihatan besar dan yang bikin kesel teman saya, es batu itu dijual lagi kepada pembeli lain. Begitulah teman saya mengamati korupsi yang terjadi di warung nasi.

Memang tidak salah seseorang mencari keuntungan yang besar. Tapi jika sudah merugikan orang lain, itu namanya tidak adil. Masa iya, minum es teh dua teguk sudah habis, yang tersisa hanya bongkahan es batu yang besar sebesar isi gelas itu.

Korupsi sudah menjadi bagian dari budaya yang sulit diberantas. Motifnya bermacam-macam, ada yang ingin kaya dengan cepat, ada yang memang hobi mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa memikirkan orang lain. Korupsi tidak hanya terjadi dalam birokrat, tetapi sampai rantai kehidupan terkecil seperti warung nasi pun bisa terjadi korupsi.

Nah, karena korupsi sudah mengakar dengan kuat, maka tidak ada jalan lain untuk memberantasnya kecuali mencabut akar itu. Bukan korupsinya yang di berantas tapi budayanya yang harus diberangus. Perlunya pendidikan sejak dini ditanamkan kepada para generasi, bahwa korupsi itu tidak hanya mengambil uang rakyat saja. Bahwa korupsi itu tidak melulu terjadi didalam kehidupan para pejabat.

Lalu mungkinkah korupsi bisa hilang dari muka bumi ? tentu tidak. Seperti pencuri yang tak mungkin bisa lenyap dari bumi ini. Akan tetapi kebiasaan korupsi, budaya mengambil secara massal suatu saat bisa diminimalisir. Caranya, dengan menanamkan nilai-nilai budaya yang anti korupsi kepada generasi penerus.

Mungkin kalau warung nasi tadi mengerti isi hati teman saya, bagaimana kesalnya melihat air di gelasnya habis hanya dalam dua tegukan, mungkin saja beliau bisa berhenti dari korupsi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s