Tautan Emosi dan Pikiranku

Melakukan Hal-hal Ringan Itu Penting ?

Kalau hal-hal berat tidak bisa dilakukan, mengapa tidak melakukan hal-hal ringan saja… asal tetap membawa manfaat.

bulu itu ringan tapi bisa menerbangkan burung (jalaindra.wordpress.com)

Yup, kita kadang terlalu terobsesi dengan hal-hal berat yang bahkan membuat hidup kita menjadi bertambah berat. Ingin melakukan sesuatu yang kadang diluar kemampuan yang kita miliki. Berlagak ingin merubah sesuatu yang besar padahal merapikan kamar tidur saja tidak bisa. Hmm.. ada yang tersindir, tapi begitulah adanya.

Keinginan adalah sumber penderitaan. _Iwan Fals

Jika ingin hidup lebih bahagia, coba kurangi keinginan karena keinginan adalah sumber penderitaan.

Nampaknya ungkapan itu ada benarnya. Segala yang membuat hidup menjadi lebih menderita adalah karena banyaknya keinginan sehingga membuat hidup tidak terkonsentrasi pada hal-hal yang justeru menjadi kebutuhan. Istilahnya, bedakan antara keinginan dan kebutuhan karena tanpa tau perbedaan itu, kita hanya akan menjadi budak dari keinginan kita sendiri.

Mengurangi keinginan bisa menjadi hidup menjadi lebih bahagia. Yakin… ? cobalah!

Semua karena harta…

Mestinya kita yang mengombang-ambingkan harta, bukan harta yang mengombang-ambingkan hidup kita.

Ada kalanya kita menjadi semakin jauh dari tujuan hidup yang sebenarnya. Kita mencari sesuatu atau lebih tepatnya ‘harta’ dengan penuh semangat dan ambisi. Akhirnya kita tidak  sadar bahwa kita sebenarnya budak dari harta itu. Harta telah menguasai hidup kita seperti gurita yang mencengkeram seekor kepiting. Ketika kita ingin melapaskan dari cengkeraman itu diri kita sudah setengah hancur atau bahkan sudah hancur sama sekali.

Sebenarnya apa hal-hal berat yang menambah bahan stress dari pikiran kita ?

Hal-hal berat itu bisa apa saja. Sesuatu yang kita lakukan hanya karena ingin seperti orang lain adalah contoh hal-hal berat itu. Kita menjadi semakin agresif dengan hidup kita sendiri dan memaksakan sesuatu yang sebenarnya bukan kemampuan kita. Atau istilah kasarnya mengada-adakan sesuatu yang tidak ada. “loh, kamu itu bukan ahli dibidang sosial kok mau menulis dan membahas masalah sosial, ya gak nyambung”. Sebuah ungkapan yang mungkin perlu untuk direnungkan. Itu hanya contoh kecil dalam dunia tulis menulis.

Lalu bagaimana jika hal-hal yang ternyata berat tidak harus kita lakukan ?

Pilihannya hanya satu, lakukan hal-hal ringan saja. Siapa tau justeru akan menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Melukis, bermusik, ikut kumpulan grup musik tertentu bisa jadi hal ringan yang bisa meredakan tingkat stress karena lelah melakukan hal-hal berat. Barangkali nraktir teman-teman sekerja makan di warung lesehan yang murah juga bisa dibilang hal ringan, karena biasanya anda makan di restoran mewah, misalnya.

Tulisan saya ini adalah tulisan ringan karena saya tidak bisa menulis dengan tema yang berat. Hei… adakah yang takut menulis karena takut dianggap tidak berbobot ?

Kalau begitu tulis saja hal-hal ringan dalam hidup anda, siapa tau saya bisa belajar banyak dari tulisan anda.

———

*sekedar sharing bahan renungan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s