Tautan Emosi dan Pikiranku

Suara Malam Itu Telah Hilang

Ada yang menarik ketika liburan hari raya idul fitri tahun ini. Suatu malam Ibu saya bercerita, beliau merasa heran kemana perginya suara malam yang dulu selalu didengar setiap malam. “kok sekarang sudah tidak pernah mendengar lagi ‘suara malam’, perasaan dulu kalau malam selalu bunyi suara itu. Orang-orang bilang itu suara malam”.

“Iya ya mak, bukankah dulu ketika malam yang sunyi apalagi setelah hujan turun pasti terdengar suara seperti suara berdesis, seperti suara lampu petromax”.

Kemana perginya suara malam itu?

Tiba-tiba aku terpental jauh kedalam ingatan masa kecil. Dulu ketika aku masih suka berkunjung ke rumah nenek adalah saat-saat yang menyenangkan. Waktu liburan ke rumah nenek adalah saat yang paling ditunggu-tunggu. Aku sangat suka dengan suasana malam di rumah nenek. Ketika malam tiba, di rumah yang dekat dengan jalan raya itu sesekali aku mendengar suara mobil yang lewat. Dan saat malam mulai larut, suara mobil sudah tidak terdengar lagi berganti dengan suara yang aneh yang selalu terdengar setiap malam. Suara itu seperti suara desisan yang tidak terputus. Suaranya persis suara lampu petromax. Atau kalau boleh saya menggambarkan suaranya seperti suara bebek (mentok) ketika marah karena anaknya diganggu tetapi dengan konsonan yang tidak terputus.

Suatu ketika saya pernah bertanya kepada ibu saya. Beliau berkata kalau suara itu adalah suara dajjal yang mencoba melarikan diri dengan menggergaji rantai yang membelenggunya. Ibu saya berpesan, “ingat anakku jika suatu saat suara adzan sudah tidak terdengar lagi maka dajjal akan berhasil memutuskan rantai yang membelenggunya dan akan keluar dari penjara. Saat itulah dia akan melakukan tindakan untuk menggoyahkan iman manusia”.

Memang pendidikan yang diberikan oleh guru-guru dan orang tua saya seperti itu. Bahwa suara adzan adalah pencegah keluarnya dajjal dari penjaranya. Setiap suara adzan dikumandangkan maka akan membuat rantai yang digergaji oleh dajjal menjadi pulih kembali seperti sedia kala. Dan dajjal akan terus berusaha memutuskan rantai itu sampai suatu saat suara adzan tidak terdengar lagi.

Mengenai adzan dan dajjal sampai sekarang ingatan itu masih lekat walaupun dengan sebuah pemahaman baru bahwa ketika akhlak dan kebajikan masih ditegakkan maka dajjal tidak akan muncul ke muka bumi ini. Tetapi mengenai suara malam saya sudah melupakannya sampai ketika ibu saya mengucapkan kata itu. Kemana suara malam pergi?

Saya menerka-nerka mungkin suara malam itu hilang bersamaan dengan gundulnya hutan di daerah kampungku yang kebetulan dekat dengan daerah pegunungan yang berbukit-bukit. Dulunya hutan sangat lebat dengan pohon jati sebagai bagian dari tanah dan airnya yang melimpah. Saya masih ingat ketika mandi disungai saya bisa melihat ikan-ikan berkelebatan seperti kilat. Warna putih di tubuhnya terlihat jelas diantara air yang sangat jernih pada musim kemarau.

Tapi jika suara malam itu karena suasana hutan yang bercampur dengan suara berbagai makhluk hidup pada malam hari, lalu dari mana suara malam yang terdengar di rumah nenek saya yang berada dikawasan kota. Dan apakah salah pendengaran ibu saya sedangkan saya juga tidak pernah lagi mendengar suara itu.

Burung gergaji

Teman saya dari sumatera pernah bercerita tentang burung gergaji yang selalu muncul pada malam hari di dalam hutan. Burung gergaji dikenal sangat misterius dan menakutkan. Dikisahkan bahwa burung itu selalu menggergaji kayu pada malam hari untuk membuat tangga. Tangga itu dibuat dengan tujuan agar burung itu bisa naik sampi ke bulan. Tetapi karena bulan sangat tinggi sehingga pekerjaan burung itu tidak pernah selesai dan sampai sekarang burung itu selalu mengeluarkan suara seperti gergaji sebagai ungkapan kerinduannya kepada bulan dan ungkapan kekesalan karena tidak pernah berhasil membuat tangga.

Belakangan baru saya menyadari bahwa burung yang diceritakan teman saya itulah mungkin yang selama ini dikenal dengan burung pungguk atau semacam burung hantu yang memang bisa mengeluarkan suara ngongsro atau suara gergaji yang dulu sering sering terdengar dari orang yang suka menebang pohon didalam hutan. Mungkin di hutan dekat rumah saya dulu banyaknya suara burung itu  yang menghasilkan suara malam seperti yang didengar ibu saya. Wallahu a’lam

Aku memang sudah tidak pernah mendengar suara itu lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s