Tautan Emosi dan Pikiranku

Pentingnya Seorang Introvert Mengembangkan Diri

Saya tidak bisa menghapus sejarah perjalanan hidup saya sendiri bahwa saya adalah seorang introvert. Secara harfiyah introfert berarti punya perasaan minder dalam setiap kesempatan. Orang introvert lebih cenderung memperhatikan dunia dalam dirinya sendiri. Itulah kenapa rata-rata seorang introvert tidak terlalu senang bergabung dengan dunia yang hiruk pikuk dan dunia yang penuh keramaian. Sama persis seperti diri saya.

Bagaimanapun seseorang harus berkembang dari waktu kewaktu demi menghadapi berbagai masalah yang tidak pernah sama yang timbul dikemudian hari. Bagaimana dengan anda ? kalau saya sekarang berani bertaruh jika saya berhadapan dengan seorang yang dulunya paling extrovert di sekolah, saya akan berani menatap matanya tanpa sedikitpun punya rasa minder seperti waktu saya masih sekolah bersamanya dulu.

Itulah yang dinamakan sebuah perkembangan. Saya tidak mengatakan saat ini saya sudah menjadi seorang extrovert. Tidak. Saya masihlah seorang introvert. Sesekali saya juga masih merasa minder jika berbicara dengan seorang gadis yang teramat cantik (kelemahan saya dari dulu, badan tiba-tiba gemetar, hehe..). Tetapi saya adalah seorang introvert yang selalu belajar. Belajar terus mengembangkan diri.

Sejauh yang saya pelajari, ternyata sesuatu yang bisa mengubah seseorang yang dulunya introvert menjadi seorang yang “sedikit extrovert” adalah

Pertama, bergaul dengan sebanyak mungkin kawan. Seorang introvert yang ingin  berkembang harus melakukan hal itu. Mengapa ? sebab dengan memiliki banyak kawan, kita akan bisa mengukur sedikit demi sedikit dari apa yang ada dalam diri sendiri melalui orang lain. Anda tentu pernah mendengar dari seorang kawan pendapat mereka tentang anda, baik atau buruk sekalipun. Dan hal ini tidak akan terjadi jika anda tidak memiliki kawan sama sekali. Pendapat merekalah yang bisa membuat kita belajar dan merenungkan tentang bagaimana sebenarnya diri kita.

Kedua, berani terbuka kepada siapapun yang kita kenal dengan porsi yang wajar. Maksud saya adalah jika memang pendapat itu pantas diungkapkan maka ungkapkan saja. Namun jika memang isi hati itu harus diungkapkan dengan orang tertentu yang paling dipercaya, maka jangan katakan pada setiap orang. Intinya kita harus bisa mengukur dan bersikap terbuka kepada teman-teman kita sendiri dengan cara yang wajar. Memang bagi seorang introvert sejati, hal ini tidaklah mudah. Tetapi seiring bertambahnya waktu dan teman, lama kelamaan hal ini menjadi biasa.

Ketiga, ini yang paling penting menurut saya, belajar menghargai pendapat orang. Saya yakin kebanyakan seorang introvert adalah seorang yang keukeuh. Lebih kasarnya orang yang keras kepala dan mempunyai prinsip yang kuat dalam setiap hal. Orang introvert biasanya susah sekali menerima pendapat orang lain, tentu saja kecuali orang yang memang sudah banyak belajar dan berlatih menerima perbedaan. Dalam hal ini saya pun masih belajar. Sampai saat ini teman-teman saya masih sering memanggil saya dengan “raja ngeyel” karena susah sekali mengalah walaupun pendapat saya kadang salah.

Jadi jika anda adalah seorang introvert seperti saya teruslah belajar mengembangkan diri. Ohya, saran terakhir dari saya sebagai seorang introvert, belajarnya menulis seperti apa yang saya lakukan sekarang. Karena dengan menulis kita akan berusaha terbuka kepada orang lain. Banyak hal positif yang bisa diambil dari kegiatan menulis.

Salam introvert…

——————–

catatan : tulisan diatas adalah ‘ungkapan extrovert’ yang ditulis oleh seorang introvert

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s