Tautan Emosi dan Pikiranku

Islam Saya Adalah…

 

Don´t hate it, 1/3 of the world´s population are muslims. If they all would be so bad, some people and media wanna tell us, we were all dead already. What you see on the picture is a part of the surah "Al-Hadid" - The Iron. By: Malik Braun

Islam bagi saya adalah agama,  petunjuk bagi jalan yang suram berkelok-kelok menuju jalan yang terang benderang dan lurus.

Islam saya adalah Islam yang lentur. Lentur ? tentu lentur sesuai dengan pemahaman kacamata saya sendiri.

Islam saya adalah Islam saja. Islam bagi saya bukan fanatisme. Islam saya adalah islam, dimana saya berusaha mentaati perintah Allah, seperti shalat, puasa, shadaqah dan lain-lain. Saya berusaha untuk shalat lima waktu walaupun kadang-kadang bolong karena kelalaian dan kesengajaan. Saya tidak menyalahkan syaitan. Islam yang ada pada diri saya melekat sejak kecil. Bagi saya syaitan adalah musuh yang nyata. Ketika saya lena maka sayalah yang harus dihukum. Untuk syaitan biarlah Tuhanku yang memberi keputusan.

Islam saya islam yang sederhana. Islam sebagai penuntun dalam kehidupan yang tidak pasti. Islam saya tidak pernah membebani. Walaupun tidak membebani, saya tidak pernah main-main dengan islam saya. Saya tetap selalu harus berwudhu sebelum shalat. Saya ikuti aturan ruku-rukun saat shalat, begitu juga ibadah-ibadah yang lain.

Islam saya tidak pernah memaksa. Islam saya adalah islam yang menganjurkan seruan dan ajakan bukan paksaan. “saya mau shalat dulu, mau ikut?” Islam saya islam yang menasehati dengan pertanyaan dan senyuman. “kapan mulai shalat?” atau “eh, lagi puasa gak? kenapa gak puasa?”.

Islam saya islam sosial. Islam yang bergaul dengan siapa saja. Islam saya tidak pernah memilah-milah. Bagi islam saya, semua manusia sama. Islam saya tidak pernah mengadili akhlak seseorang. Ahklak mereka urusannya dengan Tuhan.Islam saya bukan negara. Biarlah negara yang mengadili akhlak yang merugikan sesama.

Islam saya islam yang cinta estetika. Islam saya suka dengan keindahan. Dengan keindahan, saya belajar mengenal Tuhan. Dengan keindahan, Islam seperti oase yang menyejukkan. Islam saya berusaha menjadikan diri saya nyaman bersanding dengan siapapun dan berusaha membuat nyaman kepada siapapun yang bersanding dengan saya. Islam saya bukan islam intimidasi. Islam saya adalah islam yang cinta kedamaian.

Islam dan saya adalah berbeda. Saya adalah manusia, sedangkan Islam adalah ajaran Tuhan. Kadang islam yang melekat dalam diri saya saya abaikan dan dosa-dosa pun membuat saya malu pada Tuhan. Itulah islam yang ada pada diri saya, maka saya tidak berhak menghardik seseorang dan mengecam dengan cemoohan. Bagaimana mungkin saya menganggap orang lain calon penghuni surga ataupun neraka, sedangkan diri saya sendiri tidak tahu nasib saya di akhirat kelak.

Islam saya tidak bisa menuding seorang pelacur adalah ahli neraka dan seorang ulama adalah ahli surga. Islam saya percaya bahwa Tuhan punya cara sendiri dalam menuangkan cinta pada semua makhlukNya. Tuhan mempunyai cara yang unik dalam menunjukkan kekuasaaNnya. Itulah maka islam saya tidak punya hak sedikitpun untuk menebak nasib seseorang kelak di akhirat.

Islam saya adalah islam yang damai. Bagaimana dengan islam anda ?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s