Tautan Emosi dan Pikiranku

Ketika Cinta Salah Sasaran

Malang nian nasibmu, kawan…
Ketika cinta datang tak diundang
Engkau mendayu-dayu
Memuji dengan sepenuh hati
Menulis puisi untuknya
Dengan kata-kata terindah tak terkira

Tapi ternyata cintamu salah sasaran
Cintamu tak lebih dari obsesi belaka
Tak lebih dari pemuja kulit mulus
Dan penikmat dada montok

Ah, apalah daya…
Cintamu sudah jelas salah sasaran
Apalagi yang kau harap
Senyumnya…
Suara nyaringnya…
Atau sekedar tubuh seksinya…

Begitulah cinta
Dia datang dengan samar
Diapun pergi tak terlihat

Sekarang mulutmu berdesis
Dengan hati sepanas api
Relakan saja, kawan…
Cintamu telah pergi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s