Tautan Emosi dan Pikiranku

Archive for May, 2011

Gelang Alit

Gelang Alit

Panasonic Lumix DMC-FH3

“Bertahun tahun kita lalui, menjalin cinta yang suci
Manisnya janji-janji tumbuh indah ditaman hati …
Laut ketapang airnya biru, pinggir kota banyuwangi
Siang malam kurindu hati resah setiap hari
Merana kumerana, setelah kita berpisah
Tak mungkin kan berjumpa,
Krena kau tlah berdua sayang …
Biarlah semua ini terjadi, satu pintaku kasih
Gelang alit di jari jangan pernah lupa sampai mati…

Itu adalah sepenggal syair lagu Gelang Alit. Saya baru tau kalau arti “gelang alit” adalah cincin. lagu yang dipopulerkan artis favorit saya, Ike Nurjanah. padahal saya sudah lama sering mendengarkan lagu ini. memang lagu ini paling enak didengarkan sambil santai dan rileks. Liriknya mendayu dan dipadukan dengan kendang kemplung membuat lagu ini tersamar lirih dengan alunan nada yang melenakan, membuat siapapun yang mendengarkan tidak terlalu memikirkan tentang arti kata-kata didalamnya.

Makasih buat model gelang alit ini yang rela jari manisnya saya jepret dg kamera mungil saya.


Belajar Memotret Matahari

Matahari sore | Panasonic Lumix FH3

Ternyata tidak gampang memotret matahari. Warna yang sangat terang membuat lensa kamera saya sedikit kerepotan menangkap cahaya dengan porsi yang sesuai keinginan. Akhirnya saya coba menggunakan tiang-tiang rumah untuk mengurangi cahaya yang datang menyerbu sensor pada lensa, dan saya puas dengan hasilnya. Lumayan untuk ukuran kamera saku, he he..


Tunas Baru

Tunas Baru

Panasonic lumix FH3

Eksperimen pertama foto makro saya menggunakan kamera Panasonix Lumix FH3. Ternyata hasilnya lumayan memuaskan untuk ukuran kamera saku. Cukup untuk mengawali hobi saya dalam dunia fotografi.


Sakit Hati yang Tidak Ada Obatnya

Belakangan saya sudah melupakan dia
Belakangan saya sudah tidak tertarik lagi dengan dia
Belakangan saya merasa tidak membutuhkan dia lagi

Tapi apa yang selanjutnya terjadi. Ketika dia datang, hati rasanya tercabik-cabik. Sedih bercampur pilu rasanya tak tertahankan.

Mungkin itulah gambaran suasana hati seseorang yang lama telah melupakan cintanya pada orang yang dia cintai. Dia sudah tidak mempunyai rasa lagi setelah dia mengetahui segala hal buruk tentangnya. Tapi alih-alih ingin melupakan, justru hatinya selalu terasa perih manakala orang yang dicintainya masih terlihat didepan mata. Setiap saat kala orang yang dicintainya mendekat maka saat itu pula hatinya serasa hancur berkeping-keping.

Orang itupun selalu bertanya, perasaan apa sebenarnya yang dia miliki sehingga hanya karena kemunculan orang yang pernah dicintainya di depan mata membuat dia menjadi merana.

Perasaan teraduk-aduk dengan perih itu seperti terpendam dan hilang, lalu muncul kembali setiap dia melihat orang yang pernah ada dihatinya itu.

Inilah fenomena yang mungkin dimiliki oleh setiap orang. Ada banyak penjelasan mengenai hal ini. Akan tetapi hakikat sebenarnya mengapa perasaan itu muncul masih menjadi misteri.

Jika ditanya, dengan siapa saja engkau pernah mencintai seseorang dan engkau diabaikan? Dia mungkin punya jawaban “banyak!” Lalu siapa diantara banyak itu yang membuatmu sakit hati. Jawabnya “hanya dia”. Inilah keanehan yang selalu dia tanyakan dalam hatinya, “mengapa sulit sekali aku melepaskan diri?”

Mungkin memang perasaan “sakit” itu tidak pernah ada obatnya. Atau mungkin saja obatnya hanyalah waktu yang entah kapan akan membuat sakit hatinya sembuh kembali.