Tautan Emosi dan Pikiranku

Catatan ringan

Hujan? itu biasa..

kebanyakan orang tidak suka hujan. alasannya hujan membuat aktifitas terganggu, bikin sakit, pertanda flu akan menyerang dan lain-lain dan lain-lain. kalau aku? melihat hujan rasanya melihat butiran-butiran air kehidupan.

kadang ada yang sampai mengumpat kepada hujan, “ah, hujan lagi! gimana ini, batal deh janjinya!”

hahaha… kalau bagiku hujan adalah anugerah yang tak ternilai harganya yang turun dari langit. bayangkan kalau tidak ada hujan. tanah kering, air tidak ada, tanaman tidak tumbuh, petani menangis, dan lain sebagainya.

aku paling suka kalau hujan sangat deras tanpa angin. ketika hujan turun, rasanya seperti mendapatkan rizki dari langit. lah kalau hujan angin, gimana? ya berteduh dulu lah, gitu aja kok repot.

kawan… apakah kalau kamu  mengumpat hujan, lalu hujan akan langsung berhenti, tidak! apakah kalau kamu membenci hujan, lalu dia akan berhenti turun? tidak! hujan itu sudah ada yang mengatur. diatas sana malaikat mika~il yang bertugas mengatur hujan dan rizki sedang menjalankan tugasnya dari sang maha pencipta.

hati-hati kawan, jangan pernah membenci hujan, karena membenci hujan berarti membenci malaikat mika-il. kalau kamu membenci malaikat mika-il bertarti kamu akan menjadi musuh Allah. gak percaya? nih buktinya, “Barangsiapa menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mika-il, maka sesungguhnya Allah musuh bagi orang-orang kafir” (QS. Al Baqarah : 98)

Advertisements

Bunga Warna Ungu

Lokasi : Puncak, Jawa Barat

Flickr

Foto bunga pertama saya. Saya tidak tahu nama bunga ini, jadi saya beri nama “bunga ungu”.

Bunga ini tumbuh disebelah selatan masjid Atta’awun Puncak, Bogor diaantara hamparan kebun teh. Warna ungunya yang cerah ternyata bisa ditangkap sensor kamera saya dengan baik. Saya puas dengan hasilnya. Kira-kira sudah layak kah menjadi wallpaper? kalau layak, monggo diambil dari halaman flickr saya.


Kembali Ke WordPress

Oke, saya kembali lagi ke wordpress. Apalagi kalau bukan untuk me-nu-lis. Menulis di wordpress ini terasa tidak terbebani karena saya memang menulis untuk diri saya sendiri. Saya kadang mendapatkan sesuatu yang lain saat melihat-lihat arsip tulisan saya terdahulu. Disaat-saat suasana hati tidak menentu saya bisa menghilangkan rasa itu kala saya membaca tulisan saya sendiri. Jadi bisa dikatakan: obat mujarab untuk mengobati suasana hati yang sedang berkecamuk adalah membaca catatan hidup diri sendiri.

Kenapa ? saya tidak tahu. Setelah sekian lama sering menulis “hal-hal tidak jelas” disitus jejaring sosial, lama-lama saya bosen dan merasa aneh, mencibir, tertawa-tawa sendiri melihat berbagai uneg-uneg dan tetek bengek, juga hal remeh-temeh yang diposting di situs jejaring sosial tersebut. Bahkan segala perkataan kasar dan menjijikkan sering saya temui di status teman jejaring sosial. Intinya, situs tersebut kebanyakan berisi keluhan, hujatan dan segala macam yang berkaitan dengan isi hati. Tetapi sayangnya hanya dibatasi beberapa karakter. Aneh rasanya, orang bisa tahu isi hati kita walaupun belum kenal sama sekali. Jika saya bisa mentertawakan setatus yang dipasang orang lain, maka sebaliknya orang lain juga bisa mentertawakan status yang saya pasang.

Lalu apa bedanya dengan menulis blog seperti ini ?

Saya lebih suka blog karena Pertama, saya tidak dibatasi dengan karakter tulisan. Saya bisa menulis sampai saya lelah untuk menulis. Kedua, menulis di wordpress ini saya bisa menyampaikan isi hati dengan cara yang lebih “elegan” (terserah bahasanya apa, saya suka bahasa itu). Saya bisa menyampaikan pikiran dengan memaparkan secara rinci apa yang benar-benar saya sampaikan. Mengenai tulisan saya bagus, dibaca orang itu tidak terlalu saya pikirkan. Berbeda dengan memasang status di jejaring sosial, jika tidak ada tanggapan atau sekedar like status, rasanya diri ini dicampakkan, *hayoo ngaku yang biasa update status :)*

Ketiga, Menulis blog di wordpress ini saya merasa seperti berkelana ke dunia yang luas. Siapa saja bisa menemukan saya disini, atau sebaliknya, saya bisa bertemu dengan orang-orang baru, entah dari mesin pencari atau memang sudah kenal dengan blog saya sebelumnya. Saya tidak dibatasi dengan pertemanan seperti ketika saya update status di situs jejaring – hanya orang-orang yang menjadi teman kita yang bisa care atau mengabaikan apa yang kita sampaikan.

Keempat, saya suka menulis dengan kalimat yang panjang. Jadi situs micro blogging seperti kebanyakan jejaring sosial benar-benar tidak cocok untuk saya.

Kelima, saya benar-benar tidak bisa menyembunyikan karakter saya di situs jejaring sosial semacam facebook. Mungkin karena kebanyakan teman di facebook juga teman di dunia nyata jadi saya kerepotan jika harus menyembunyikan sesuatu, sedangkan menurut saya, dunia maya is dunia maya dan dunia nyata is dunia nyata. Keduanya sangatlah berbeda. Sedangkan disini, saya bisa tampak tersenyum walalupun sedang pahit, atau saya bisa berpura-pura sedang enjoy padahal saya sedang banyak dirundung masalah.

Jadi kesimpulannya, saya lebih suka menulis daripada sekedar update status. Bagaimana dengan anda ?


Bersyukur Bisa Menambah Nikmat

Sekedar sharing. Saya suka sekali dengan lagu ini. Lagu yang dinyanyikan atina dengan judul “bersyukur”.

Kita memang tidak akan bisa mendapatkan nikmat dari semua yang kita peroleh jika tidak dibarengi dengan rasa syukur.

Apa yang kau cari di dunia ini
Menjalani hidup dengan rasa kesal di hati
Setiap hari kau tak pernah berhenti tuk menyesali diri

#
Jiwamu gelisah
Wajahmu tak ramah
Selalu hatimu gundah dibakar rasa marah
Tidak pernah merasa puas dirimu dengan segala berkah

Reff:
Jika engkau pandai bersyukur
Rizqi Allah tidak terukur
Bila pikiran mulai ngelantur
Itu saatnya engkau tafakkur
Syukuri apa yang kau punya
Jangan berhenti berupaya
Niscaya Allah menambahkan rahmatNya

Back to #, Reff 2x

Begitu berlimpah hikmat Allah bagi manusia
Sudahkah kita belajar mensyukurinya

Begitu berlimpah hikmat Allah bagi manusia
Sudahkah kita belajar mensyukurinya

Begitu berlimpah hikmat Allah bagi manusia
Sudahkah kita belajar mensyukurinya…
Haaa….

Lagu bisa didengar disini


Saya Akan Tetap Menulis

Menulis bagi saya adalah panggilan jiwa. Bagi saya menulis ibarat nafas kehidupan. Ada energi yang muncul ketika saya menulis. Kalau tulisan saya jelek dan dibaca orang maka saya belajar berbesar hati. Jika tulisan saya bagus dan orang memuji maka saya belajar rendah hati.

Dulu, diawal-awal saya belajar menulis saya selalu berkeinginan bisa menulis dengan bagus. Bagaimana jika tulisan saya jelek? bagaimana jika tulisan saya tidak dihargai orang? bagaimana jika begini? bagaimana jika begitu ? akhirnya saya tidak pernah menulis sedikitpun. Saya tidak pernah tahu apakah tulisan saya bagus atau tidak.

Dalam dunia menulis, saya mempunyai ‘seorang guru’. Dia memberikan satu tips jitu yang pada akhirnya menjadikan pekerjaan menulis menjadi mudah. “Tulis saja apa yang kamu lakukan dari mulai bangun tidur sampai menjelang tidur. Jika sudah berjalan 3 atau 6 bulan, baca kembali tulisanmu. Jika kamu mentertawakan tulisanmu, itu berarti kamu sudah bisa menulis.”

Setelah 3 bulan saya baca buku harian kembali. Dan benar, saya tertawa sendiri melihat tulisan saya. Bukan karena tulisan saya bagus tapi karena saya tahu betapa jeleknya tulisan saya. Dari situlah saya mulai belajar dan mengerti bagaimana menulis yang baik. Tapi walaupun begitu, menulis tetap membutuhkan latihan dan tentu saja terus menulis, bagus ataupun tidak. Toh kadang kita juga bisa benafas tersengal-sengal atau sesak nafas ditempat-tempat tertentu. Seperti itu juga menulis.

Jadi kapan anda mulai menulis ?

Saya ? menulis adalah panggilan jiwa. Saya akan tetap menulis sampai jari-jari ini lemah tak berdaya. Sampai isi kepalaku ini tak bisa lagi mengingat tentang jajaran huruf-huruf. Sampai nafas ini tak lagi bisa mengikuti ritme denyut nadi. Saya akan tetap menulis!


Pentingnya Seorang Introvert Mengembangkan Diri

Saya tidak bisa menghapus sejarah perjalanan hidup saya sendiri bahwa saya adalah seorang introvert. Secara harfiyah introfert berarti punya perasaan minder dalam setiap kesempatan. Orang introvert lebih cenderung memperhatikan dunia dalam dirinya sendiri. Itulah kenapa rata-rata seorang introvert tidak terlalu senang bergabung dengan dunia yang hiruk pikuk dan dunia yang penuh keramaian. Sama persis seperti diri saya.

Bagaimanapun seseorang harus berkembang dari waktu kewaktu demi menghadapi berbagai masalah yang tidak pernah sama yang timbul dikemudian hari. Bagaimana dengan anda ? kalau saya sekarang berani bertaruh jika saya berhadapan dengan seorang yang dulunya paling extrovert di sekolah, saya akan berani menatap matanya tanpa sedikitpun punya rasa minder seperti waktu saya masih sekolah bersamanya dulu.

Itulah yang dinamakan sebuah perkembangan. Saya tidak mengatakan saat ini saya sudah menjadi seorang extrovert. Tidak. Saya masihlah seorang introvert. Sesekali saya juga masih merasa minder jika berbicara dengan seorang gadis yang teramat cantik (kelemahan saya dari dulu, badan tiba-tiba gemetar, hehe..). Tetapi saya adalah seorang introvert yang selalu belajar. Belajar terus mengembangkan diri.

Sejauh yang saya pelajari, ternyata sesuatu yang bisa mengubah seseorang yang dulunya introvert menjadi seorang yang “sedikit extrovert” adalah

Pertama, bergaul dengan sebanyak mungkin kawan. Seorang introvert yang ingin  berkembang harus melakukan hal itu. Mengapa ? sebab dengan memiliki banyak kawan, kita akan bisa mengukur sedikit demi sedikit dari apa yang ada dalam diri sendiri melalui orang lain. Anda tentu pernah mendengar dari seorang kawan pendapat mereka tentang anda, baik atau buruk sekalipun. Dan hal ini tidak akan terjadi jika anda tidak memiliki kawan sama sekali. Pendapat merekalah yang bisa membuat kita belajar dan merenungkan tentang bagaimana sebenarnya diri kita.

Kedua, berani terbuka kepada siapapun yang kita kenal dengan porsi yang wajar. Maksud saya adalah jika memang pendapat itu pantas diungkapkan maka ungkapkan saja. Namun jika memang isi hati itu harus diungkapkan dengan orang tertentu yang paling dipercaya, maka jangan katakan pada setiap orang. Intinya kita harus bisa mengukur dan bersikap terbuka kepada teman-teman kita sendiri dengan cara yang wajar. Memang bagi seorang introvert sejati, hal ini tidaklah mudah. Tetapi seiring bertambahnya waktu dan teman, lama kelamaan hal ini menjadi biasa.

Ketiga, ini yang paling penting menurut saya, belajar menghargai pendapat orang. Saya yakin kebanyakan seorang introvert adalah seorang yang keukeuh. Lebih kasarnya orang yang keras kepala dan mempunyai prinsip yang kuat dalam setiap hal. Orang introvert biasanya susah sekali menerima pendapat orang lain, tentu saja kecuali orang yang memang sudah banyak belajar dan berlatih menerima perbedaan. Dalam hal ini saya pun masih belajar. Sampai saat ini teman-teman saya masih sering memanggil saya dengan “raja ngeyel” karena susah sekali mengalah walaupun pendapat saya kadang salah.

Jadi jika anda adalah seorang introvert seperti saya teruslah belajar mengembangkan diri. Ohya, saran terakhir dari saya sebagai seorang introvert, belajarnya menulis seperti apa yang saya lakukan sekarang. Karena dengan menulis kita akan berusaha terbuka kepada orang lain. Banyak hal positif yang bisa diambil dari kegiatan menulis.

Salam introvert…

——————–

catatan : tulisan diatas adalah ‘ungkapan extrovert’ yang ditulis oleh seorang introvert


Sugesti : Linux Itu Mudah

Biasanya yang dianggap sulit dari sebuah sistem operasi adalah bagaimana memperkenalkan hadware kepada sistem yang baru terinstal. Ada hal-hal yang membuat hadware itu tidak dikenal dengan baik oleh sistem operasi. Dan akhirnya butuh pengorbanan waktu dan tenaga untuk mendapatkan software (driver) agar hadware bisa berjalan dengan baik. Apalagi jika hadware itu berjalan di linux yang terkenal sulit itu.

Kemarin saya kebetulan mencoba sistem linux. Saya pilih ubuntu 10.04 the lucid lynx. Saya instal di pc AMD athlon. Sengaja tidak saya hilangkan windows xp yang sudah terinstal. Setelah 30 menit berlalu, instalasi selesai. Saya restart komputer dan hasilnya, waw… benar-benar membuat saya takjub. Saya bergumam, “hmmm… sudah sedemikian majunya linux”. Ternyata saya tidak lagi capek dan berdarah seperti beberapa taun lalu saat saya berkenalan dengan linux. Soud card langsung dikenal. VGA ? tidak perlu tanya lagi. Tinggal klik system > administration> hardware drivers, semua langsung terdeteksi. Beberapa menit kemudian driver sudah terisntal dengan baik. Oya, linux ubuntu yang saya pake ini langsung tersambung ke internet dengan sistem DHCP, ini yang paling penting.

Jadi jika ada yang bilang linux itu susah, bisa benar bisa salah. Kalau menurut saya tergantung keberuntungan dan seberapa siap perangkat keras kita terhadap perkembangan linux itu sendiri. Saya sendiri memberikan sugesti pada diri sendiri; linux itu mudah. Walaupun ada beberapa software yang memang tidak mudah di instal dan harus berdarah-darah untuk mendapatkannya tapi saya enjoy, saya menikmatinya, aneh memang. Mungkin itulah kelebihan linux. Menurut saya linux adalah moralitas, ilmu, kesenangan dan kesempatan eksplorasi dunia.. itulah kenapa saya suka linux.