Tautan Emosi dan Pikiranku

Kesehatan

Hanya Dengan Otak Kiri Cameron Mott Bisa Hidup

Cameron Mott (mymultiplesclerosis.co.uk)

Saya benar-benar heran dan sekaligus kagum dengan bocah bernama Cameron Mott (9 th) yang baru saja kehilangan otak kanannya karena operasi. Oke, sekarang kita tinggalkan dulu sangkalan bahwa itu bukti keajaiban dari Tuhan atau sebuah anomali (keanehan) yang bisa saja terjadi kepada siapapun. Kita akan bermain-main dulu dengan logika yang kita miliki. Siapa tahu kita mendapatkan hikmah dari kasus langka ini.

Seperti diberitakan Kompas.com bahwa anak tersebut menjalani operasi karena kelainan otak yang disebut sindrom penyakit Rassmussen yang mengharuskan otak bagian kanan dikeluarkan dari batok kepalanya. Jadi bocah ini sekarang hanya memiliki satu bagian otak kiri tanpa otak kanan.

Dan ajaibnya dia masih bisa bangun dan menggunakan seluruh bagian tubuhnya dengan normal kecuali pandangan penglihatan gadis ini sedikit hilang pada sisi tepi (tidak dijelaskan tepi bagian kiri atau kanan) dan ketika berjalan masih sedikit pincang. Sekali lagi, masih bisa berjalan walaupun sedikit pincang.

Menurut dokter yang menangani operasi Cameron, seharusnya setelah operasi, si anak ini akan mengalami kelumpuhan tubuh bagian kiri, sebab menurut teori yang sudah terbukti, otak bagian kanan adalah pengendali dari anggota tubuh bagian kiri, begitupun sebaliknya otak bagian kiri mengendalikan anggota tubuh bagian kanan. Tapi nyatanya teori itu dibantah oleh anggota tubuh si Cameron Mott.

Apakah ini merupakan keruntuhan teori-teori tentang otak ?

Apakah Cameron masih bisa mengontrol emosinya ketika tiba-tiba melihat orang yang tertabrak mobil di depan matanya ?

Saya tidak tahu, tapi seperti kita ketahui tentang teori otak baik kanan atau kiri. Fungsi atau kegunaan dari masing-masing sisi sangat berbeda. Otak kanan selain seperti yang saya sebutkan diatas juga berperan dalam aktifitas yang berhubungan dengan persamaan, khayalan, kreativitas, bentuk atau ruang, emosi, musik dan warna. Maka kehilangan otak kanan berarti hilangnya kemampuan yang berhubungan dengan visual dan emosi.

Sedangkan fungsi otak kiri adalah perbedaan, angka, urutan, tulisan, bahasa, hitungan dan logika. Jadi seseorang yang di dominasi oleh otak kiri dalam tubuhnya maka akan menjadi seseorang yang menurut pada aturan-aturan, tidak banyak berontak, pintar dalam hal ilmu eksak dan kuat dalam ingatan, tapi lemah dalam hal emosi dan sesuatu yang berhubungan dengan perasaan atau emosi. Ada sedikit tips untuk mengetahui seseorang sedang berbohong atau tidak, lihatlah ketika berbicara. Jika matanya cenderung melirik keatas sebelah kanan itu artinya dia sedang berbohong. Karena dia saat itu sedang menggunakan otak yang berhubungan dengan kreativitasnya untuk mencoba berbohong.

Kembali ke kasus Bocah tadi. Cameron Mott seakan menjadi petunjuk bagi para pengagum teori evolusi Darwin (saya salah satu manusia yang tidak percaya dengan teori evolusi). Hendaknya mereka berfikir ulang untuk terus mengagumi teori tersebut. Mengapa saya katakan demikian. Seperti di ketahui beberapa kasus pada anak yang kehilangan sebagian fungsi otaknya maka sebagian fungsi otak yang lain akan menggantikan fungsi otak yang hilang tadi, tetapi itu membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum akhirnya bagian otak tersebut benar-benar dapat berfungsi dengan baik. Tetapi otak kiri cameron hanya membutuhkan waktu empat minggu untuk bisa mengambil alih seluruh fungsi otak kanannya.

Saya menjadi sangsi terhadap teori-teori tentang otak yang sebenarnya sangat rumit dan njlimet itu. Jangan-jangan sebenarnya tidak ada perbedaan antara fungsi otak kanan dan otak kiri. Kecuali hanya sebatas fungsi sebagai pengendali tubuh bagian kanan dan bagian kiri tadi serta fungsinya sebagai alat berfikir, memberi pertimbangan, menghapal, mengontrol emosi dan lain-lain terlepas di bagian mana celah otak itu bekerja.

Ah, Cameron, aku berdo’a semoga ketika besar engkau akan menjadi seorang balerina seperti yang kamu cita-citakan.

Advertisements