Tautan Emosi dan Pikiranku

Motivasi

Mengasah Otak Kanan adalah Jalan Menuju Sukses Hidup

Otak kanan adalah mata air yang mengalirkan anak-anak sungai yang bernama kreatifitas, intuisi, dan imajinasi. Tidak dapat dielakkan untuk menjadi lebih kreatif, intuitif dan imajinatif,kita harus membersihkan mata airnya, atau dengan kata lain kita harus mengasah otak kanan kita. Otak kiri cenderung memikirkan sedangkan otak kanan cenderung membayangkan. Ketika kita membayangkan sesuatu berulang-ulang, maka itu akan masuk ke otak bawah sadar, sedangkan otak kanan adalah gerbang dari otak bawah sadar. Kita tahu bahwa otak bawah sadar jauh lebih menentukaan daripada otak sadar. Dengan demikian otak kanan itu memang luar biasa pentingnya.

Jika kita menjadi golongan otak kanan tulen, niscaya kita akan menjadi sebutir batu permata ditengah gundukan batu kerikil, Selanjutnya tidak perlulah kita mengkirikan diri, yang perlu kta lakukan hanyalah mencari golongan kiri, dan itu sangat mudah untuk melengkapinya. Namun golongan otak kanan ini mempunyai kelemahan-kelemahan, biasa sebagai manusia pasti mempunyai kelemahan atau kekurangan, sebab tidak ada manusia sempurna, tidak ada manusia super, tidak ada manusia tahu segalanya, bisa segalanya , mempunyai segalanya. Manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan, mempunyai kehebatan dan kelemahan. Golongan otak kanan mempunyai kelemahan seperti tidak tepat waktu, mudah bosan, ceroboh, menggampangkan segala urusan, kurang mampu menyusun skala perioritas, dan kurang hati-hati.

Golongan kiri dan golongan kanan ini jika bertemu dan dibiaarkan berdebat, maka pastilah keduanya bersitegang, karena pola pikir mereka memang bertolak belakang. Golongan kiri selalu berfikir linier dan mencari kepastian sedangkan golongan kanan selalu lateral dan cenderung mengedapankan intutif. Namun uniknya golongan kiri selalu kepincut kepada golongan kanan dan sebaliknya golongan kanan juga selalu kepincut pada golongan kiri, yang pada akhirnya mereka menjadi satu pasangan, baik dalm kehidupan sehari-hari, ibadah, karier dan bisnis. Para pakar mengatakan bahwa mitra terbaik dalam segala urusan adalah mitra terbalik, karena akan saling melengkapi, yang kata orang menyebutnya sebagai keseimbangan yang sejati.

Untuk mudah diingat, otak kiri kita simbolkan sebagai kegiatan barsi-berbaris atau belajar ilmu pasti. Ya serba membosakan. Sedangkan otak kanan kita ibaratkan bermain cinta, serba menyenangkan, melibatkan emosi, kreatifitas, spontanitas dan imajinasi, tidak harus urut, tidak harus lazim-laziman. Tapi cinta yang syah lho, bukan yang lain..

Orang yang tergolong kuat otak kanan adalah golongan pebisnis atau pedagang, bukan pegawai, atau buruh. Orang Golongan otak kanan jumlahnya sedikit jika dibandingkan dengan golongan otak kiri. Dan perlu diketahui orang-orang kaya didunia kebanyakan adalah golongan otak kanan mereka adalah para pengusaha atau pebisnis, Para pemimpin dunia yang sukses dan luar biasa adalah golongan otak kanan.

Dari dulu hingga zaman modern ini para pengusaha/pebisnis/pedagang adalah orang yang selalu beruntung dan selalu mendapat tempat yang terhormat dimasyarakat. Dan kayaknya mereka gampang masuk surgaa sebab merekla yang menggerakkan roda perekonomian, membuka lapangan kerja, memberikan sumbangan besar-besar.

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9077055


Bakat Adalah Amanah

Kalau saya tanya, apa bakat saya ? saya pasti tidak akan bisa menjawab. Karena jika saya bisa, mungkin saat ini saya tidak bisa bermain-main dengan keyboard hanya sekedar menulis tentang bakat disini.

Dalam buku laskar pelangi, Andrea Hirata menyamakan bakat seperti area 51 di gurun nevada. Area 51 adalah tempat dimana sebuah mistery sepanjang zaman tidak pernah ditemukan dengan terang benderang. Begitu juga bakat. Bakat adalah sesuatu yang diberikan oleh Tuhan yang sulit sekali ditemukan.

Seorang forrest gump dalam menemukan bakatnya harus bersusah-susah dahulu menjadi tentara pada perang vietnam. Dan karena tertembak dibagian belakang membuatnya hidup dipenampungan tanpa kesibukan yang berarti. Disitulah dia baru mengetahui bahwa dia sangat pandai bermain bola pingpong. Bermain bola pingpong baginya seperti menghirup dan menghembuskan nafas sehari-hari, mudah dan sangat ahli, tidak perlu banyak belajar. Semua karena bakat.

Apa yang didapat oleh forrest gump kemudian adalah dia menjadi orang yang sangat terkenal dan mendapatkan banyak uang dari bermain pingpong. Banyak sponsor yang menyumbang dengan memasang iklan atas namanya.Uang hasil sumbangan itu lalu digunakan membeli kapal udang dan menjadikannya miliarder yang sangat terkenal di Amerika.

Kemampuan forrest gump dalam menjaring udang dengan kapten Dan tentu bukanlah bakat. Karena keberhasilannya mendapatkan udang yang melimpah lantaran banyak kapal udang lain gulung tikar akibat badai. Disitulah gump mendapatkan keberuntungan dan bernasib baik.

Bakat adalah sesuatu yang tidak pernah bisa disadari pemiliknya. Tetapi sebenarnya ada tanda-tanda sederhana dimana bakat itu sudah muncul. Menurut saya, bakat itu sesuatu yang ketika kita melakukannya merasa sangat mudah, tidak terbebani dan bisa menghasilkan energi yang luar biasa saat kita kerjakan. Bakat tidak membutuhkan pembelajaran yang rumit. Dengan sedikit saja belajar jika memang bakat maka semua akan terasa mudah.

Kesalahan manusia adalah menganggap bahwa setiap bakat yang telah ditemukan pasti akan menghasilkan uang banyak. Bagi saya, bakat adalah amanah yang diberikan oleh Allah sebagai pencipta langit dan bumi beserta isinya.

Bakat diberikan sebagai bagian dari anugerah kepada manusia sebagai pemimpin bumi. Bakat adalah penanda bagi diri manusia sebagai penentu peran dalam melakoni kehidupannya. Bakat adalah sesuatu yang pasti ada pada setiap individu. Hanya saja untuk menemukannya kadang kita harus menunggu seumur hidup bahkan ada banyak orang yang tidak pernah tau apa bakatnya.


Temukan “Passion” Karier, Apa Pun Risikonya

KOMPAS.comPassion bukan bicara hobi. Passion dalam karier adalah keunikan, kekuatan, sesuatu yang begitu Anda cintai untuk dilakukan setiap hari. Pertanyaannya, sudahkah karier saat ini sesuai passion Anda? Jika belum, maka upayakan untuk menemukan minat seutuhnya dan menjalani panggilan hati apa pun risikonya. Meski tentu, Anda akan menemui berbagai pertimbangan, terutama faktor ekonomi.

CareerCoach Rene Suhardono menjelaskan, passion adalah segala hal yang kita sukai atau minati sedemikian rupa sehingga kita tidak terpikir untuk tidak mengerjakannya. Passion adalah segala macam wujud keunikan (keistimewaan) yang kita miliki dan rasakan, tambahnya.

Rene, dalam bukunya Your Job is Not Your Career, mengatakan tidak mudah menemukan passion untuk diri sendiri. Namun, jika ingin karier lebih berkembang, berusaha untuk menemukan passion akan lebih baik daripada mengacuhkannya.

“Rata-rata profesional yang teguh mencari karier sesuai passion mereka, perlu 4-8 tahun untuk menemukan atau menyadarinya. Tidak ada kata terlambat untuk hal yang satu ini,” papar Rene, yang mengaku perlu sembilan tahun baginya untuk menemukan passion dari 16 tahun pengalaman kerja.

Nah, bisa jadi saat ini Anda sudah menyadari passion dalam karier. Namun, sejumlah pertimbangan menghalangi untuk mencapainya. Misalnya, merasa tidak mampu berkiprah di karier sesuai passion karena tidak berpengalaman, atau khawatir hasilnya nanti tidak memadai untuk menunjang hidup. Pertanyaan paling umum lainnya adalah, apakah harus mengorbankan pekerjaan saat ini untuk mengejar karier seusai passion?

Rene menjelaskan, menjalani passion boleh jadi tak mendatangkan manfaat ekonomis secara instan. Namun, menjalani panggilan hati akan membuka pintu menuju hidup yang jauh lebih bernilai.

Nilai positif menjalani karier dan bekerja sesuai panggilan hati, disebutkan Rene, di antaranya:
* Menghasilkan energi yang terbarukan setiap hari.
* Cara untuk mencapai potensi optimal diri.
* Merefleksikan jati diri Anda seutuhnya.

“Tidak ada yang bisa menjamin rezeki di masa depan kecuali yang Maha Kuasa. Jadi mengapa kita ragu untuk memenuhi panggilan hati sendiri?” kata Rene memberikan motivasi.

sumber : kompas.com


Kisah di Balik Surat Cinta dan SMS

Saya mempunyai seorang teman yang saya anggap berhasil dalam membina hubungan cinta keduanya. Bisa dikatakan begitu karena sejak memulai pacaran selama bertahun-tahun akhirnya mereka manikah juga dan sekarang dikaruniai seorang anak. Teman saya ini seorang laki-laki yang saya anggap sebagai pria “romantis”.

Ada hal menarik yang pernah diutarakan teman saya. Saat itu dia sedang menunjukkan “surat-surat cinta” dari kekasihnya sejak mulai pacaran. Ada beberapa puluh lembar surat yang dikoleksinya. Surat itu kemudian dijilid dengan rapi seperti buku. “mal, paling tidak saya mempunyai kenangan jika seandainya nanti pacar saya tidak menjadi istriku.” Saya hanya tersenyum mendengarkan ungkapan teman saya tersebut, dan dipersilahkan melihat-lihat isi surat itu. Waktu itu memang belum ada teknologi handphone seperti sekarang, dan kedua teman saya ini kebetulan melakukan gaya pacaran jarak jauh alias PJJ.

Beberapa tahun kemudian, teknologi handphone mewabah. SMS sudah lumrah menjadi makanan sehari-hari untuk berkomunikasi jarak jauh. Teman saya ini yang sudah beberapa tahun menikah sering curhat kepada saya melalui SMS. Dia mulai merasa tidak nyaman bersama istrinya karena hal-hal tertentu yang membuat teman saya merasa tidak berwibawa lagi di depan istrinya. Pertengkaran hebat sering terjadi, bahkan teman saya pernah berucap jika saja dia belum mempunyai anak, mungkin istrinya sudah ditinggal pergi. “Masya Allah” spontan saya mengucapkan kata itu. “sebegitu parah kah hubunganmu dengan istrimu?”

Saya berusaha menasehati, walaupun teman saya sebenarnya lebih tahu tentang masalah rumah tangga daripada saya. Seperti yang pernah diajarkan guru saya bahwa dalam pernikahan, ketika menginjak usia lima tahun sampai sepuluh tahun, kebanyakan akan mengalami goncangan. Itu adalah hal biasa dalam kehidupan berumah tangga. Itu adalah karena faktor kejenuhan dari kedua belah pihak, Dalam masa-masa itu suami istri hendaknya menjalani hubungan atas dasar kesabaran, ketabahan dan penghormatan kadua belah pihak.

Suatu saat tiba-tiba istrinya menelpon saya dan menanyakan apa saja yang diceritakan oleh suaminya kepada saya. Saya hanya bilang tidak cerita apa-apa, hanya cerita kalau dia habis sembuh dari sakitnya. Saya curiga jangan-jangan istrinya pernah membaca isi sms antara saya dan sahabat saya itu, karena sejak saat itu teman saya tidak pernah lagi SMS.

Kira-kira sekitar tiga tahun kemudian teman saya tiba-tiba SMS menanyakan kabar saya. Ternyata teman saya sudah lama menghubungi saya tetapi tidak bisa. Sejak tiga tahun lalu, saya memang sudah mengganti nomor HP saya dua kali, dikarenakan berpindah-pindah tempat kerja.

Teman saya bercerita dan berterima kasih kepada saya bahwa keluarganya sekarang sudah rukun kembali, bahkan dia minta dibuatkan akun facebook. Dan beberapa hari kemudian dia memamerkan foto keluarganya di facebook. Sebuah potret keluarga bahagia, begitu kesan yang saya tangkap.

Terima kasih kawan, engkau telah menunjukkan kepada saya tentang arti sebuah kesabaran dan perjuangan. Biduk rumah tangga tidak akan hancur selama nahkoda tidak diambil alih oleh yang tidak berhak. Selamat berjuang !

sumber gambar http://abidah-puzzleblogspot.blogspot.com/2010_05_01_archive.html


Menyederhanakan Masalah

Teman saya pernah berkata pada saya “disederhanakan saja lho masalahnya”. Entah saat itu saya sedang mengalami masalah apa, tapi kata-katanya begitu saya ingat sampai sekarang. Kata-kata yang belum pernah saya dengar sebelumnya.

“Menyederhanakan masalah”. Sepertinya kata-kata itu sangat ampuh untuk membantu menguatkan pikiran saya dalam menyelesaikan setiap masalah yang timbul dalam kehidupan ini, dan ternyata memang selalu berhasil, paling tidak membuat saya tidak mudah putus asa dengan masalah yang setiap saat muncul dalam kehidupan ini. Toh hidup memang sebuah rangkaian untuk menyelesaikan masalah.

Kawan, pernahkan dalam kehidupan anda merasa mengalami masalah yang terasa sangat berat, bahkan sangat berat sekali hingga membuat otak ini rasanya tidak kuat lagi menampung enzim-enzim yang membantu otak berfikir. “Kepala rasanya mau pecah”. Begitu kira-kira rasanya.

Kadar kekuatan pikiran seseorang memang diciptakan berbeda. Ada orang yang memiliki masalah yang sama dengan orang lain tapi orang tersebut menyelesaikan masalah dengan cara yang berbeda. Orang pertama merasa masalahnya bisa menyita seluruh hidupnya, sedangkan orang kedua menyelesaikan masalahnya dengan santai. Dan dengan sedikit langkah sederhana saja, masalah itupun teratasi.

Saya sendiri sejak kecil merasa bahwa masalah ini tidak pernah selesai. Dari mulai potongan rambut dan mode pakaian yang tidak necis, masalah pelajaran disekolah, intimidasi teman sekolah, sampai dengan ketakutan menghadapi murid-murid baru dalam program pelatihan lapangan di bangku kuliah. Dan puncaknya adalah saya harus rela menangis di depan perempuan karena sudah tidak kuat lagi memendam masalah yang begitu berat kurasa. Sampai suatu saat saya mendengar kata indah yang sangat memotivasi pada paragraf pertama diatas.

Kebetulan saya terlahir sebagai — apa yang dikatakan orang — introvert. Atau lebih tepatnya gambaran harfiyahnya adalah orang yang kurang percaya diri. Untungnya, Carl Gustav Jung yang pertama kali menggunakan istilah introvert menganggap bahwa orang-orang introvert adalah mereka yang terampil dalam melakukan perjalanan ke dunia dalam, yaitu diri mereka sendiri. Mereka selalu mencoba memahami diri mereka sendiri dengan melakukan banyak perenungan dan berkontemplasi. Pada akhirnya mereka menjadi orang yang memahami dirinya, berpendirian keras, tidak mudah terpengaruh oleh orang lain, dan mengetahui apa yang menjadi tujuan dalam hidupnya. Hanya saja karena terlalu sibuk dengan dirinya sendiri menjadikan “penderita” introvert kurang peka terhadap lingkungan sekitar sehingga lingkungannya menjadi tidak bisa memahami orang-orang introvert dan lebih parahnya menganggapnya sebagai orang aneh, mungkin karena kebanyakan orang introvert tidak mempunyai kemampuan komunikasi yang baik.

Akan tetapi saya tetap menghibur diri dengan mengatakan bahwa saya bukan orang yang terlalu introvert belakangan ini. Mungkin semenjak mengenal kata “menyederhanakan masalah” yang diutarakan teman saya tadi. Saya menjadi sedikit terbuka dengan orang lain, berusaha menjadi pendengar yang baik karena saya sadar tidak mungkin bisa menjadi pembicara yang baik, dan mencoba memahami mereka dengan cara pandang yang terdeskripsi menjadi pertanyaan “apa yang melatar belakangi orang melakukan itu?” bukan dengan sebuah pernyataan seolah menghakimi, “ah, bodohnya dirimu, begitu saja tidak becus ! pasti engkau dilahirkan dari batang pohon pisang”.

Kadang saya menjadi orang yang sangat menikmati sebuah masalah, mentertawakannya dan mempermainkan masalah itu layaknya sebuah permainan hidup. Jika masalah terasa sangat berat, saya yakin jika saya tidak bisa mengatasi, suatu saat dia pasti akan berlalu dengan sendirinya. Dan itu selalu berhasil, tentu saja saya tetap sebagai seorang yang berpaham religi masih percaya terhadap kekuatan yang tidak terlihat tapi ada yaitu “doa”. Dan tentu saja kata ajaib yang tetap selalu saya pegang yaitu : “disederhanakan saja lho masalahnya”.

PS : Untuk engkau yang sedang dirundung masalah, ingatkah sejak engkau kecil sampai sekarang, pernahkah masalah yang hinggap di hidupmu tidak pernah terselesaikan atau tidak ada jalan keluarnya ? Aku rasa tidak pernah.

sumber gambar : kushinryu.files.wordpress.com