Tautan Emosi dan Pikiranku

Terserah Tuhan

Energi Matahari, Masa Depan Dunia

Jika dilihat siapa yang berkuasa masa sekarang adalah bangsa arab. Yap, karena tanah arab dikarunia sumber daya alam berupa minyak bumi yang melimpah.

Jaman dahulu dalam suatu kisah, Nabi Ibrahim berdoa agar diberikan karunia di tanah arab yang kering kerontang yang kebanyakan adalah tanah gurun. Allah mengabulkan do’a itu dan sekarang tanah arab benar-benar memiliki karunia itu, sebuah harta terpendam yang berada jauh didalam perut bumi. Harta terpendam itu berupa benda cair hitam yang disebut orang sebagai minyak bumi.

Tanpa minyak bumi mustahil dunia berkembang demikian pesatnya seperti sekarang ini. Minyak bumi telah menjadi komoditi utama penggerak roda ekonomi dunia. Bangsa jepang dengan produksi kendaraan bermotornya, Amerika dengan peralatan militernya yang canggih, semuanya bergantung dari minyak bumi. Tanpa minyak bumi? mereka hanyalah negara dengan sumber daya manusia tanpa guna.

Lalu sampai kapan karunia itu akan berakhir?

Sebagaimana aturan alam, segala sesuatu yang ada di alam ini suatu saat akan berakhir. Diperkirakan minyak bumi akan habis tidak sampai seratus tahun lagi. Itu artinya manusia harus mencari sumber energi alternatif pengganti minyak. Dan jika dilihat dari banyak riset di beberapa negara – yang jauh-jauh sudah mengantisipasi habisnya sumber energi fosil (minyak bumi) – maka sumber energi terbaik yang sampai sekarang belum digunakan secara maksimal adalah cahaya matahari.

Diperkirakan sumber dari matahari akan bertahan lebih lama sampai milyaran tahun lamanya. Itu artinya bumi masih bisa bertahan dengan mengandalkan energi dari matahari dalam waktu cukup lama.

Jika melihat sebuah keniscayaan, maka siapa yang menguasai energi adalah penguasa dunia. Dan ternyata kacamata Tuhan tidak pernah salah. Tanah arab yang ditakdirkan Allah sebagai negeri yang gersang dengan sumber matahari yang panas tetap akan menjadi penguasa energi dimasa mendatang.

Yang kedua adalah negara-negara tropis yang memiliki sumber cahaya matahari lebih banyak dari negara-negara non tropis. Negara seperti Indonesia, dan kawasan asia tenggara dimasa depan adalah para penguasa energi.

Jika dilihat sekarang kekuatan ekonomi dunia sudah mulai dipegang china, dan kawasan asia maka kawasan-kawasan sekitarnya akan kebagian imbasnya. Indonesia salah satu negara besar yang akan merasakan imbas tersebut. Namun jika Indonesia tidak mampu mempertahankan kesatuan wilayahnya, suatu saat mustahil akan bisa menjadi penguasa energi.

Minyak suatu hari akan habis, dan matahari masih bertahan sampai milyaran tahun kedepan, maka ini adalah peluang masa depan indonesia sebagai negeri katulistiwa yang memperoleh cahaya matahari melimpah. Semoga Indonesia menjadi negara jaya.

Advertisements

Bakat Adalah Amanah

Kalau saya tanya, apa bakat saya ? saya pasti tidak akan bisa menjawab. Karena jika saya bisa, mungkin saat ini saya tidak bisa bermain-main dengan keyboard hanya sekedar menulis tentang bakat disini.

Dalam buku laskar pelangi, Andrea Hirata menyamakan bakat seperti area 51 di gurun nevada. Area 51 adalah tempat dimana sebuah mistery sepanjang zaman tidak pernah ditemukan dengan terang benderang. Begitu juga bakat. Bakat adalah sesuatu yang diberikan oleh Tuhan yang sulit sekali ditemukan.

Seorang forrest gump dalam menemukan bakatnya harus bersusah-susah dahulu menjadi tentara pada perang vietnam. Dan karena tertembak dibagian belakang membuatnya hidup dipenampungan tanpa kesibukan yang berarti. Disitulah dia baru mengetahui bahwa dia sangat pandai bermain bola pingpong. Bermain bola pingpong baginya seperti menghirup dan menghembuskan nafas sehari-hari, mudah dan sangat ahli, tidak perlu banyak belajar. Semua karena bakat.

Apa yang didapat oleh forrest gump kemudian adalah dia menjadi orang yang sangat terkenal dan mendapatkan banyak uang dari bermain pingpong. Banyak sponsor yang menyumbang dengan memasang iklan atas namanya.Uang hasil sumbangan itu lalu digunakan membeli kapal udang dan menjadikannya miliarder yang sangat terkenal di Amerika.

Kemampuan forrest gump dalam menjaring udang dengan kapten Dan tentu bukanlah bakat. Karena keberhasilannya mendapatkan udang yang melimpah lantaran banyak kapal udang lain gulung tikar akibat badai. Disitulah gump mendapatkan keberuntungan dan bernasib baik.

Bakat adalah sesuatu yang tidak pernah bisa disadari pemiliknya. Tetapi sebenarnya ada tanda-tanda sederhana dimana bakat itu sudah muncul. Menurut saya, bakat itu sesuatu yang ketika kita melakukannya merasa sangat mudah, tidak terbebani dan bisa menghasilkan energi yang luar biasa saat kita kerjakan. Bakat tidak membutuhkan pembelajaran yang rumit. Dengan sedikit saja belajar jika memang bakat maka semua akan terasa mudah.

Kesalahan manusia adalah menganggap bahwa setiap bakat yang telah ditemukan pasti akan menghasilkan uang banyak. Bagi saya, bakat adalah amanah yang diberikan oleh Allah sebagai pencipta langit dan bumi beserta isinya.

Bakat diberikan sebagai bagian dari anugerah kepada manusia sebagai pemimpin bumi. Bakat adalah penanda bagi diri manusia sebagai penentu peran dalam melakoni kehidupannya. Bakat adalah sesuatu yang pasti ada pada setiap individu. Hanya saja untuk menemukannya kadang kita harus menunggu seumur hidup bahkan ada banyak orang yang tidak pernah tau apa bakatnya.


Kehidupan

siswi sekolah pondok pesantren babussalam kalibening

Lima tahun lalu sesekali saya berdiri didepan siswa-siswi yang berjejer persis seperti yang ada di foto ini. Tempat dan tanahnya masih sama. Saya bersama para jajaran guru berdiri berderet ditempat yang dinaungi atap sekolahan, tidak seperti anak-anak ini yang kadang rela kepanasan. Setelah acara upacara selesai kami semua berdo’a bersama mengharap kebaikan dari yang maha pencipta.

Saat ini setelah lima tahun berlalu saya seperti orang asing yang ditinggalkan sekawanan burung untuk berhijrah. Padahal sayalah yang berhijrah meninggalkan mereka. Waktu itu saya memutuskan untuk berhenti mengajar demi sebuah kehidupan yang lebih baik. Dengan tangisan ibu saya, saya tinggalkan negeri yang damai menuju tempat yang jauh yang dikatakan orang sebagai “negeri perantauan” Kalimantan. Dan sekarang di Jakarta. Terlalu panjang jika diceritakan semua.

Ternyata konsekuensi dari keputusan besar yang pernah saya ambil tidak seenak yang saya bayangkan. Nyatanya diam-diam saya kangen dengan suasana seperti yang ada di gambar atas. Kadang saya sampai menitikkan air mata melihat tempat saya dulu mencari ilmu dan mengabdi sebagai guru selama empat tahun lamanya. Ingin rasanya kembali memiliki “kehidupan” yang nyaman, tentram dan damai seperti saat-saat saya menjadi guru. Kangen dengan sopan santun murid-murid yang dengan suara lembut menyapa gurunya di jalan. Juga kelembutan “rekan-rekan” guru yang tak lain adalah bapak dan ibu guru saya sendiri sewaktu saya berstatus sebagai murid.

Yah, itulah kehidupan. Kita tak kan pernah tahu arah yang akan diberikan oleh Allah. Dalam hidup, apa yang diyakini benar harus ditempuh walaupun ada konsekuensi dibelakang nanti. Saya tidak pernah menyesal pernah mengambil keputusan besar itu. Apapun yang sudah terjadi adalah sebuah takdir yang sudah ditentukan jauh-jauh hari sebelum ruhku ditiupkan dalam jasad. Jauh sebelum saya menjadi murid, guru dan sekarang entah menjadi apa. Saya lebih suka menyebut diri saya sekarang sebagai “pejuang hidup”. Dengan beraninya tinggal di negeri orang, di kawasan kota yang katanya kota paling kejam di Indonesia, bahkan lebih kejam dari ibu tiri. Di kota ini saya mempertaruhkan nasib dengan iringan takdir yang entah seperti apa nantinya.

“Kehidupan”, sebuah kata yang sederhana, namun sangat berliku jika sudah diselami maknanya. Ada orang bijak berkata,pergilah dari tanah kelahiranmu, tinggalkan semua kemewahan dan kenyamanan yang selama ini kau dapat agar kau bisa mengenal apa yang dinamakan kehidupan itu“.

Inilah saya yang sedang menyelami arti dari kata “kehidupan” sesungguhnya, dan rupanya lamat-lamat aku mulai tahu apa kehidupan itu. Ternyata kehidupan itu seperti gentong yang didalamnya tidak terdapat banyak cahaya, saya harus sedikit membelalakkan mata untuk menemukan sesuatu yang tersimpan dalam gentong itu. Lambat laun saya mendapatkan satu persatu yang selama ini saya cari dan tidak pernah saya temukan diluar gentong itu. Gentong itu gelap tapi menyimpan banyak makna yang masih tersembunyi didalamnya. Sampai saat ini saya masih terus mencari.

Jakarta, 29-10-2010, 22:33 wib. masih dalam suasana kerja.