Tautan Emosi dan Pikiranku

Archive for March, 2010

Hanya Dengan Otak Kiri Cameron Mott Bisa Hidup

Cameron Mott (mymultiplesclerosis.co.uk)

Saya benar-benar heran dan sekaligus kagum dengan bocah bernama Cameron Mott (9 th) yang baru saja kehilangan otak kanannya karena operasi. Oke, sekarang kita tinggalkan dulu sangkalan bahwa itu bukti keajaiban dari Tuhan atau sebuah anomali (keanehan) yang bisa saja terjadi kepada siapapun. Kita akan bermain-main dulu dengan logika yang kita miliki. Siapa tahu kita mendapatkan hikmah dari kasus langka ini.

Seperti diberitakan Kompas.com bahwa anak tersebut menjalani operasi karena kelainan otak yang disebut sindrom penyakit Rassmussen yang mengharuskan otak bagian kanan dikeluarkan dari batok kepalanya. Jadi bocah ini sekarang hanya memiliki satu bagian otak kiri tanpa otak kanan.

Dan ajaibnya dia masih bisa bangun dan menggunakan seluruh bagian tubuhnya dengan normal kecuali pandangan penglihatan gadis ini sedikit hilang pada sisi tepi (tidak dijelaskan tepi bagian kiri atau kanan) dan ketika berjalan masih sedikit pincang. Sekali lagi, masih bisa berjalan walaupun sedikit pincang.

Menurut dokter yang menangani operasi Cameron, seharusnya setelah operasi, si anak ini akan mengalami kelumpuhan tubuh bagian kiri, sebab menurut teori yang sudah terbukti, otak bagian kanan adalah pengendali dari anggota tubuh bagian kiri, begitupun sebaliknya otak bagian kiri mengendalikan anggota tubuh bagian kanan. Tapi nyatanya teori itu dibantah oleh anggota tubuh si Cameron Mott.

Apakah ini merupakan keruntuhan teori-teori tentang otak ?

Apakah Cameron masih bisa mengontrol emosinya ketika tiba-tiba melihat orang yang tertabrak mobil di depan matanya ?

Saya tidak tahu, tapi seperti kita ketahui tentang teori otak baik kanan atau kiri. Fungsi atau kegunaan dari masing-masing sisi sangat berbeda. Otak kanan selain seperti yang saya sebutkan diatas juga berperan dalam aktifitas yang berhubungan dengan persamaan, khayalan, kreativitas, bentuk atau ruang, emosi, musik dan warna. Maka kehilangan otak kanan berarti hilangnya kemampuan yang berhubungan dengan visual dan emosi.

Sedangkan fungsi otak kiri adalah perbedaan, angka, urutan, tulisan, bahasa, hitungan dan logika. Jadi seseorang yang di dominasi oleh otak kiri dalam tubuhnya maka akan menjadi seseorang yang menurut pada aturan-aturan, tidak banyak berontak, pintar dalam hal ilmu eksak dan kuat dalam ingatan, tapi lemah dalam hal emosi dan sesuatu yang berhubungan dengan perasaan atau emosi. Ada sedikit tips untuk mengetahui seseorang sedang berbohong atau tidak, lihatlah ketika berbicara. Jika matanya cenderung melirik keatas sebelah kanan itu artinya dia sedang berbohong. Karena dia saat itu sedang menggunakan otak yang berhubungan dengan kreativitasnya untuk mencoba berbohong.

Kembali ke kasus Bocah tadi. Cameron Mott seakan menjadi petunjuk bagi para pengagum teori evolusi Darwin (saya salah satu manusia yang tidak percaya dengan teori evolusi). Hendaknya mereka berfikir ulang untuk terus mengagumi teori tersebut. Mengapa saya katakan demikian. Seperti di ketahui beberapa kasus pada anak yang kehilangan sebagian fungsi otaknya maka sebagian fungsi otak yang lain akan menggantikan fungsi otak yang hilang tadi, tetapi itu membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum akhirnya bagian otak tersebut benar-benar dapat berfungsi dengan baik. Tetapi otak kiri cameron hanya membutuhkan waktu empat minggu untuk bisa mengambil alih seluruh fungsi otak kanannya.

Saya menjadi sangsi terhadap teori-teori tentang otak yang sebenarnya sangat rumit dan njlimet itu. Jangan-jangan sebenarnya tidak ada perbedaan antara fungsi otak kanan dan otak kiri. Kecuali hanya sebatas fungsi sebagai pengendali tubuh bagian kanan dan bagian kiri tadi serta fungsinya sebagai alat berfikir, memberi pertimbangan, menghapal, mengontrol emosi dan lain-lain terlepas di bagian mana celah otak itu bekerja.

Ah, Cameron, aku berdo’a semoga ketika besar engkau akan menjadi seorang balerina seperti yang kamu cita-citakan.

Advertisements

Indahnya Negeriku [dot] com

Pulau Komodo, source: bendeddy.wordpress.com

Ini dia rencana situs yang akan saya miliki jika diberi kesempatan Tuhan untuk mewujudkannya. Namanya; indahnyaNegeriku.com. Modalnya tentu saja kamera yang bagus dan keahlian memotret sehingga bisa memotret keindahan Indonesia dari sabang sampai merauke. Wah capek juga ya?

Ah, tidak. Jika memang Tuhan mentakdirkan saya untuk menunjukkan kepada dunia keindahan negeriku lebih dalam, mengapa harus capek ?

Dunia ini sudah bosan dengan hiruk pikuk perang dan perampasan hak asasi manusia. Dan bosan pula dengan kengerian-kengerian akan hancurnya dunia yang indah ini karena ulah manusia yang menimbulkan pemanasan global. Maka situs saya kelak akan menjadi situs satu-satunya yang membawa negeri Indonesia menjadi Negeri yang di impikan banyak orang untuk datang ke kesini. “Mereka yang sudah capek dan bosan, datanglah ke Indonesia, maka kebosanan itu akan lenyap seketika”. Begitulah kira-kira bahasa marketing yang akan saya tampilkan di halaman depan situs saya.

Wah, memang kalau orang sudah kadung mimpi, idenya jadi aneh-aneh. Tak apa lah toh mimpi saya ini masih terbilang positif, namanya juga orang miskin, kalau bukan mimpi, apalagi yang bisa dilakukan. Kelak, jika seandainya saya tidak mempunyai kesempatan ini, mudah-mudahan ada orang lain yang membaca tulisan saya dan mewujudkannya.

Hmm… Indahnya negeriku!


Jihad Itu…Ya Bekerja Keras!

gambar diambil dari google

Sesungguhnya Kami menciptakan manusia dalam keadaan susah payah.” (QS Al Balad: 4)

Era sekarang adalah era dimana terorisme menjadi ancaman serius yang merusak sendi-sendi agama dan kemanusiaan. Terorisme telah menjadi sedemikian kronis sebagai penyakit yang menggerogoti nilai-nilai Islam sebagai agama rahmatan lil alamin, Agama yang mengajarkan kasih sayang kepada sesama. Agama yang saya anut sejak saya dilahirkan.

Saya sendiri kadang malu karena tidak bisa berbuat banyak terhadap saudara-saudara saya semuslim yang terlanjur mempunyai paham – apa yang dikatakan orang – sebagai terorisme itu.

Fanatisme Bukanlah Agama

Agaknya ungkapan diatas bukanlah omong kosong. Fanatisme adalah bentuk mencintai sesuatu secara berlebihan yang terang-terangan dilarang oleh Allah. Allah adalah dzat yang sangat pencemburu. Dia tidak mau disamakan dengan apapun bahkan dalam urusan cinta sekalipun. Tidak boleh makhluq mencintai makhluq secara berlebihan. Paham terorisme adalah paham dimana mereka menganggap telah mencintai agama dan Tuhannya sepenuh hati. Padahal pada kenyataannya mereka sebenarnya hanya menginginkan masuk surga. Mereka sangat mencintai dan rindu secara berlebihan kepada surga, kepada bidadari-bidadari penghuni surga yang pada hakikatnya adalah sebagai makhluk yang diciptakan Allah. Ya, surga adalah makhluq (yang diciptakan Allah), bukan khaliq (dzat yang menciptakan).

Begitu pun sebaliknya, Allah sangat melarang membenci sesuatu secara berlebihan. “…Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” (QS Al-Maidah, 5:8).

Apa yang Harus Dilakukan ?

Tetap yang harus kita lakukan adalah berjihad dalam arti bersungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu karena Allah, bukan karena yang lain. Jihad dalam bahasa arab berasal dari kata “jahada” yang artinya bersungguh-sungguh. Banyak uraian kata yang berasal dari kata jahada ini, seperti mujahid, ijtihad, mujtahid, mujahadah dan lain sebagainya. Saya tidak akan membahas panjang lebar tentang kata-kata tersebut karena saya hanya ingin menjelaskan tentang jihad saja.

Jihad yang sesungguhnya dan sangat berat adalah bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup. Orang yang bersungguh-sungguh dalam bekerja keras akan mendapatkan tempat yang tinggi disisi Allah, tidak hanya surga. Bahkan kenikmatan langsung dapat melihat Allah akan didapatkan bagi orang-orang yang bekerja keras dalam memenuhi nafkah hidupnya. Karena hakikat bekerja keras adalah beribadah kepada Allah. “Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku”. Manusia tidak akan mampu beribadah jika kebutuhan hidupnya tidak terpenuhi, maka bekerja keras adalah hukumnya wajib.

Adalah hal biasa jika dalam kehidupan ini ada senang ada sedih, ada susah ada gembira. Itulah kenapa Allah menciptakan manusia dalam keadaan susah dan payah, agar manusia mau beribadah dan tunduk kepada-Nya. Caranya yaitu dengan bekerja keras semampunya mencari ridha Allah dengan jalan yang baik dan benar, bukan dengan menghalalkan segala cara bahkan menghalalkan darah saudaranya sendiri.


Menghayal Yang Iya Iya

Ada orang bijak mengatakan, “jangan menghayal yang bukan-bukan, nanti kesambet”. Setiap orang pasti pernah menghayal yang bukan-bukan. Termasuk saya, tentunya.

Sore-sore begini, saat tidak ada kerjaan mending menghayal. Tapi kali ini saya tidak ingin menghayal yang bukan-bukan melainkan yang iya-iya saja.

Ada bedanya kah ?

Ada, lihat rincian hayalan saya dibawah ini :

  1. Punya mobil pribadi. Tidak perlu mewah, cukup Nissan X-trail keluaran terbaru saja yang bisa muat tujuh orang.
  2. Punya rumah yang tidak terlalu besar tapi tidak terlalu mungil, supaya mudah dibersihkan. Dan yang penting harus ada halaman depan yang penuh dengan bunga-bunga peliharaan istri tercinta. Dan tentunya saya juga.
  3. Nah ini yang paling penting, halaman belakang harus luas dengan pagar yang dimakan tanaman, maksudnya dengan tanaman yang merambat lebat di pagar. Ada pohon-pohon produktif seperti jambu air, rambutan, belimbing dan pohon-pohon lain seperti mangga, jambu biji dan beberapa tanaman herbal. Ada kolam kecil berisi ikan-ikan berwarna-warni seperti emas, gurami dan lain-lain. Yang penting bisa digoreng. Ada juga gazebo kecil untuk beristirahat dan baca-baca buku setelah lelahnya menjalani rutinitas. Asal jangan ada pohon durian karena sudah ada mobil Nissan untuk berburu durian di daerah pegunungan.
  4. Di dalam rumah ada ruang keluarga yang agak lebar untuk menemani dua anak perempuan saya yang kembar dan satu anak laki-laki yang lincah dan pemberani, yang penuh kasih sayang menjaga kedua adiknya.
  5. Punya bisnis sampingan yang sudah diurus anak buah. Sesekali ngecek ke tempat usaha untuk memastikan perusahaan tetap berjalan dengan baik.
  6. Di pojok ruangan keluarga ada lemari kaca yang berisi kamera-kamera SLR merek Nikon dan kamera saku dengan berbagai type lensa yang disinari dengan lampu bohlam yang redup agar tidak lembab sehingga lensa tetap kering tidak berjamur.
  7. Punya tanah, atau lebih tepatnya sawah kira-kira 2 hektar tapi tidak saya tanami padi, melainkan tanaman bunga-bunga liar dan lebih banyak bunga matahari supaya lebih unik dan terlihat indah bila disambangi saat pagi hari.
  8. Sebulan sekali punya agenda khusus pergi jalan-jalan bersama keluarga sambil berburu obyek-obyek menarik untuk dipotret.

Yah, begitulah kira-kira hayalanku, yang pelan tapi pasti berusaha aku wujudkan. Atau ini kah yang disebut sebagai “Mimpi”?

Melihat daftar hayalanku diatas, lalu yang dimaksud menghayal yang bukan-bukan, itu seperti apa ya ?

Gambar : forum.tabloidnova.com