Tautan Emosi dan Pikiranku

Asbun

Semua Laki-laki Brengsek! ?

jadi salah besar orang yg mengatakan semua laki2 itu brengsek sedangkan perempuan tidak. menurut saya dua jenis makhluk ini punya sisi kasarnya masing2. laki2 cenderung menyakiti secara sadis dengan simbol sebuah pisau. sedangkan perempuan cenderung mengakhiri, membunuh tanpa perasaan dan tanpa kompromi dengan simbol sebuah pistol.
seromantis apapun…
seberapapun mesranya…
dan seberapapun saling mencintainya…

*gambar nemu di google

Advertisements

Blog

Nah ini mungkin judul tersingkat dari semua tulisan saya di blog ini. Nama judulnya “blog”. Itu saja.

Apa sih blog itu ?

Kalau yang saya pahami blog itu tempatnya “curhat”. Lebih kerennya tempat dimana kita bisa menyampaikan apa yang ada dalam pikiran kita hasil dari perenungan, kegiatan atau pengamatan atas peristiwa sehari-hari yang kita lakukan.

Lalu apa keuntungan blog itu ?

Keuntungannya kita bisa berbagi sesuatu dari pengalaman yang kita peroleh sehingga orang lain mendapatkan pelajaran dari apa yang kita sampaikan.

Lalu ?

Kita bisa mendapatkan teman, bahkan jika si pembaca blog merasa mendapatkan manfaat dari apa yang kita sampaikan maka kita bisa menjadi orang yang dipuja-puja, digadang-gadang dan ditunggu-tunggu kedatangan kita. Tentu saja kedatangan di dunia maya.

Lalu lalu ?

Masih banyak lagi lah pokoknya. Blog itu seperti air lautan, tak akan habis walau dibagi tak akan berkurang walau banyak yang minta. Blog itu bisa menjadi tempat mengadu. Blog juga bisa menjadi tempat bercanda. Blog bisa jadi tempat menyampaikan berita.

ma.tt adalah seorang blogger

Apa itu ma.tt ?

ma.tt adalah blog yang dimiliki salah satu seorang pendiri layanan blog, dia adalah pemilik perusahaan automattic . Keren ya nama situsnya, singkat, tidak bertele-tele, hanya terdiri dari dua huru “ma” dan domain akhiran “.tt”. tt adalah top level domain dari negara Trinidad and Tobago yaitu sebuah negara kepulauan di laut karibia bagian selatan.

Siapa pemilik web ma.tt ?

Dia adalah Matt Mullenweg, Seorang yang kemudian dikenal sebagai founder dari wordpress, sebuah penyedia layanan blog yang sangat dinamis dan stabil sehingga banyak digunakan.

Yuk, kita mengintip apa saja yang dilakukan di blog miliknya. Ternyata seorang matt yang dikenal sebagai salah satu 50 orang paling berpengaruh di dunia internet paling suka mengisi blognya dengan foto. Ada beberapa juga video dari kegiatannya sehari-hari seperti kunjungannya ke berbagai negara yang sedang menyelenggarakan wordcamp tahunan. Dan entu saja beberapa tulisan yang bagi saja tidak terlalu menarik, eh tapi mungkin menarik bagi yang bisa bahasa inggris karena kebetulan saya tidak pandai bahasa inggris, 🙂

Lihatlah seorang bapak blog dunia terlihat tidak terlalu dipusingkan dengan aneka rumus-rumus bagaimana mengisi blog, bagaimana jika blog saya nanti tidak ada yang baca, atau tidak juga dipusingkan dengan berbagai hal yang membuat pemilik blog menjadi tertekan. Tapi itu sih analisa saya sendiri. Kadang-kadang saya mengunjungi blog ma.tt sekedar ingin melihat-lihat foto karyanya dari berbagai belahan dunia.

Pelajaran moralnya adalah blog tidak harus diisi dengan tulisan, bisa juga dengan foto, video atau apa saja lah hasil karya kita sepanjang itu tidak melanggar hak orang lain. Ada yang tidak setuju ?

Jadi… ayo kita ngeblog! mari jadikan dunia lebih baik dengan cara berbagi.

Salam ngeblog


I Love TVRI

Maaf seribu maaf untuk stasiun tv lainnya, saya sudah tidak bersimpati lagi dengan kalian…

Beberapa hari ini saya lebih sering menonton tv di tempat kerja. Itu dikarenakan ada event besar sejagad yang sedang dilangsungkan di Afrika Selatan. Karena demi agar tidak tertinggal ikut menyaksikan event tersebut maka sang boss juga memberikan keleluasaan untuk bisa menikmati nonton tv baik siang atau malam hari. Kebetulan lebih sering memang kerja sampai malam hari, jadi kesempatan itu tidak kami sia-siakan. Saya sudah rindu. Beberapa tahun saya tidak punya banyak kesempatan nonton tv.

Ternyata tv-tv tidak banyak yang mengalami perubahan. Lihatlah tv-tv swasta yang berlomba-lomba dalam menaikkan ratingnya. Acaranya – kalau boleh saya katakan – masih itu-itu saja. Tidak ada yang berubah dari acara-acara yang ditayangkan empat atau lima tahun yang lalu. Memang ada sebagian tv yang sedikit masih mengedepankan sisi jati diri bangsa dengan menampilkan acara-acara yang bertemakan nusantara. Lihatlah “si bolang”, “jejak petualang” atau “asal-usul”. Bagi saya (mungkin ini sangat bersifat subyektif, jadi saya mohon maaf) tv seharusnya lebih mengedepankan nilai-nilai pendidikan disamping memang dibarengi dengan acara yang bernuansa hiburan.

Saya bukannya tidak suka dengan tv-tv yang  banyak menampilkan hiburan semata dalam acaranya, karena memang demi untuk mengurangi sedikit rasa stress, orang kadang membutuhkan hiburan. Tapi apa yang ingin saya katakan disini adalah televisi sudah tidak lagi memiliki jati diri sebagaimana mestinya. Ada sesuatu yang belebihan yang banyak ditayangkan di televisi jaman sekarang. Bukankah sesuatu yang berlebihan itu selalu tidak baik akibatnya?. Tv berita bergeser menjadi “tv hiburan” atau sebaliknya tv pendidikan bergeser menjadi “tv hiburan”. Yah, namanya juga sistem kapitalis, akuilah bahwa kalian memang tidak ingin memecat karyawanmu karena bangkrut.

Ditengah-tengah puncak dari kemuakan saya menonton tv yang “itu-itu saja”, saya malah lebih sering menonton tv milik pemerintah ini, namanya tentu anda-anda sekalian masih ingat. Yah, betul, namanya adalah TVRI (Televisi Republik Indonesia). Aneh, mungkin ini efek dari tua atau apa saya tidak tahu. Saya lebih bisa berlama-lama menonton tv yang dulu di jaman orde baru paling saya benci. Menonton tvri, saya seperti diajak kembali kepada nilai-nilai hakiki dari keberadaan bangsa yang sangat besar ini. Bangsa yang bernama Indonesia. Ada kebersahajaan dari acara-acara yang ditampilkan tvri. Menampilkan berita sekedar sebagai informasi yang justru saya anggap sebagai sajian yang proporsional karena masih memikirkan efek berantai dari adanya berita yang sangat menarik jika disampaikan secara berlebihan. Tentu anda bisa melihat sendiri efek dari pemberitaan kejahatan terorisme dan berita besar-besaran tentang tindakan asusila seorang yang diduga mirip artis yang bahkan sampai sekarang masalahnya belum kelar.  Pun begitu, jika orang terlalu banyak tertawa akan membuat jiwa menjadi kering. sehingga tvri menayangkan acara hiburan sekedarnya. Itulah tvri yang saya lihat sekarang.

Event piala dunia sebentar lagi berakhir. Dengan berakhirnya piala dunia maka tv di ruangan kerja saya akan dicabut. Saya tidak lagi punya kesempatan banyak nonton tv kecuali menjelang tidur jam satu atau jam dua malam. Tidak apa lah. Suatu saat, jika saya diberi kesempatan bisa menikmati acara tv kapanpun, saya berharap tidak lagi melihat acara-acara yang tidak lagi memenuhi rasa kebutuan saya. Saya butuh hiburan, saya butuh berita, tapi saya tidak butuh perusak moral masyarakat dan anak-anak kami.

salam TVRI


Menghayal Yang Iya Iya

Ada orang bijak mengatakan, “jangan menghayal yang bukan-bukan, nanti kesambet”. Setiap orang pasti pernah menghayal yang bukan-bukan. Termasuk saya, tentunya.

Sore-sore begini, saat tidak ada kerjaan mending menghayal. Tapi kali ini saya tidak ingin menghayal yang bukan-bukan melainkan yang iya-iya saja.

Ada bedanya kah ?

Ada, lihat rincian hayalan saya dibawah ini :

  1. Punya mobil pribadi. Tidak perlu mewah, cukup Nissan X-trail keluaran terbaru saja yang bisa muat tujuh orang.
  2. Punya rumah yang tidak terlalu besar tapi tidak terlalu mungil, supaya mudah dibersihkan. Dan yang penting harus ada halaman depan yang penuh dengan bunga-bunga peliharaan istri tercinta. Dan tentunya saya juga.
  3. Nah ini yang paling penting, halaman belakang harus luas dengan pagar yang dimakan tanaman, maksudnya dengan tanaman yang merambat lebat di pagar. Ada pohon-pohon produktif seperti jambu air, rambutan, belimbing dan pohon-pohon lain seperti mangga, jambu biji dan beberapa tanaman herbal. Ada kolam kecil berisi ikan-ikan berwarna-warni seperti emas, gurami dan lain-lain. Yang penting bisa digoreng. Ada juga gazebo kecil untuk beristirahat dan baca-baca buku setelah lelahnya menjalani rutinitas. Asal jangan ada pohon durian karena sudah ada mobil Nissan untuk berburu durian di daerah pegunungan.
  4. Di dalam rumah ada ruang keluarga yang agak lebar untuk menemani dua anak perempuan saya yang kembar dan satu anak laki-laki yang lincah dan pemberani, yang penuh kasih sayang menjaga kedua adiknya.
  5. Punya bisnis sampingan yang sudah diurus anak buah. Sesekali ngecek ke tempat usaha untuk memastikan perusahaan tetap berjalan dengan baik.
  6. Di pojok ruangan keluarga ada lemari kaca yang berisi kamera-kamera SLR merek Nikon dan kamera saku dengan berbagai type lensa yang disinari dengan lampu bohlam yang redup agar tidak lembab sehingga lensa tetap kering tidak berjamur.
  7. Punya tanah, atau lebih tepatnya sawah kira-kira 2 hektar tapi tidak saya tanami padi, melainkan tanaman bunga-bunga liar dan lebih banyak bunga matahari supaya lebih unik dan terlihat indah bila disambangi saat pagi hari.
  8. Sebulan sekali punya agenda khusus pergi jalan-jalan bersama keluarga sambil berburu obyek-obyek menarik untuk dipotret.

Yah, begitulah kira-kira hayalanku, yang pelan tapi pasti berusaha aku wujudkan. Atau ini kah yang disebut sebagai “Mimpi”?

Melihat daftar hayalanku diatas, lalu yang dimaksud menghayal yang bukan-bukan, itu seperti apa ya ?

Gambar : forum.tabloidnova.com